Sabtu 17 Oct 2026 19:09 WIB

LN Perluas Akses Listrik Lewat Program Lisdes dan BPBL

Akses listrik di Dusun Prau Bosok dorong peningkatan kualitas hidup warga.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bersama PT PLN (Persero) terus memperluas akses listrik melalui Program Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).
Foto: dok PLN
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bersama PT PLN (Persero) terus memperluas akses listrik melalui Program Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).

REPUBLIKA.CO.ID, 

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bersama PT PLN (Persero) terus memperluas akses listrik melalui Program Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Upaya ini dilakukan untuk mendorong pemerataan pembangunan dan memastikan masyarakat di berbagai wilayah dapat menikmati layanan listrik secara merata.

Baca Juga

Menteri ESDM sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia meresmikan sambungan listrik BPBL di Dusun Prau Bosok, Desa Muara Baru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada Kamis (15/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa akses listrik merupakan hak seluruh rakyat Indonesia sesuai pengejawantahan sila kelima Pancasila.

"Jadi itu yang pemerintah lakukan, agar semua desa dan dusun wajib untuk mereka mendapatkan hak yang sama, yaitu manfaat pelayanan daripada listrik. Dan listrik ini keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Bahlil. Komitmen ini akan terus dikawal agar dirasakan langsung oleh masyarakat.

Program BPBL ini menyediakan instalasi listrik rumah, Sertifikat Laik Operasi (SLO), biaya penyambungan dengan daya 900 VA, serta token listrik perdana senilai Rp 100.000 bagi warga tidak mampu. Fasilitas gratis ini dirancang untuk meringankan beban ekonomi warga prasejahtera.

Bahlil juga menambahkan, Lisdes dan BPBL merupakan bagian yang tidak bisa dilepaskan satu sama lain. Program yang saling terintegrasi ini menjadi pilar penting dalam mewujudkan kemandirian energi nasional.

Lisdes berfungsi memperluas jangkauan jaringan listrik, sementara BPBL membantu rumah tangga kurang mampu memperoleh sambungan listrik secara gratis. Sinergi kedua program tersebut terbukti efektif mempercepat rasio elektrifikasi.

Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan PLN Edwin Nugraha Putra menegaskan bahwa PLN siap mendukung percepatan pemerataan akses listrik melalui pembangunan infrastruktur dan penyambungan listrik bagi masyarakat. Perusahaan pelat merah ini berkomitmen menghadirkan energi berkeadilan.

“PLN siap menjalankan amanah pemerintah untuk menghadirkan listrik hingga ke dusun-dusun yang belum terjangkau. Kami terus membangun jaringan dan gardu distribusi agar masyarakat dapat menikmati layanan listrik yang layak,” ujar Edwin.

Untuk mendukung realisasi Lisdes di 210 lokasi di Jawa Barat sepanjang 2025, PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 46,82 kilometer sirkuit (kms) dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 182,78 kms. Perusahaan juga mendirikan gardu distribusi dengan total kapasitas 3.700 kilovolt-ampere (kVA).

Seluruh infrastruktur tersebut melayani 6.392 pelanggan di berbagai pelosok daerah. Perluasan jaringan ini menjadi bukti nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.

Sementara itu, pembangunan Lisdes Tahun Anggaran 2025 di Dusun Prau Bosok, Desa Muara Baru, mencakup JTM sepanjang 0,549 kms, JTR sepanjang 0,91 kms, dan satu unit gardu distribusi berkapasitas 50 kVA. Infrastruktur tersebut membuka akses listrik bagi 62 calon pelanggan rumah tangga.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi