Kamis 07 May 2026 18:39 WIB

Hasil Rapat KSSK, Purbaya Optimistis Ekonomi RI Bisa Mendekati 6 Persen

BPS mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 sebesar 5,61 persen.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Friska Yolandha
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melambaikan tangan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (5/5/2026). Kementerian Keuangan melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Maret 2026 mengalami defisit sebesar Rp240,1 triliun atau setara 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), namun masih dalam kondisi terkendali.
Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melambaikan tangan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (5/5/2026). Kementerian Keuangan melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Maret 2026 mengalami defisit sebesar Rp240,1 triliun atau setara 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), namun masih dalam kondisi terkendali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang juga Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir 2026 bisa mendekati level 6 persen meski situasi global masih dibayangi ketidakpastian akibat konflik geopolitik dan gejolak pasar keuangan dunia.

Ia menegaskan, pemerintah akan terus menjaga permintaan domestik agar aktivitas ekonomi nasional tetap bergerak sepanjang tahun ini. “Kalau kita lihat di APBN, targetnya 5,4 persen ya tahun ini. Kita akan dorong terus ke atas, mudah-mudahan bisa mendekati 6 persen sampai akhir tahun,” ujar Purbaya dalam Taklimat Media hasil rapat KSSK, Kamis (7/5/2026).

Baca Juga

Menurut dia, pemerintah akan menjaga momentum pertumbuhan melalui berbagai kebijakan fiskal dan stimulus ekonomi, terutama pada kuartal II 2026.

Purbaya mengatakan konsumsi dalam negeri masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional di tengah perlambatan ekonomi global.

Karena itu, pemerintah berupaya menjaga daya beli masyarakat melalui bantuan sosial, program makanan bergizi gratis, serta berbagai belanja negara lainnya.

“Hal yang sama akan kita lakukan di triwulan kedua dan sampai dengan akhir tahun untuk memastikan permintaan domestik tetap terjaga dan kita masih bisa tumbuh dengan baik,” katanya.

Selain menjaga konsumsi masyarakat, pemerintah juga menyiapkan stimulus tambahan untuk menopang aktivitas ekonomi pada kuartal kedua tahun ini.

“Pemerintah juga masih akan memberikan stimulus tambahan bagi perekonomian di kuartal kedua tahun 2026 ini,” ujar Purbaya.

Optimisme pemerintah tersebut sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 yang tercatat cukup tinggi. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen secara tahunan.

Angka itu lebih tinggi dibanding pertumbuhan kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen maupun periode yang sama tahun lalu sebesar 4,87 persen.

 

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement