Kamis 30 Apr 2026 15:56 WIB

Program Sosial Dukung Pendidikan Inklusif

Kolaborasi menjadi kunci dalam memperluas akses pendidikan yang setara.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Satria K Yudha
IIF menyalurkan bantuan untuk mendukung pendidikan penyandang disabilitas.
Foto: IIF
IIF menyalurkan bantuan untuk mendukung pendidikan penyandang disabilitas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Akses pendidikan bagi penyandang disabilitas masih menjadi tantangan di tengah upaya pemerataan kualitas sumber daya manusia. Dukungan lintas sektor dinilai penting untuk memastikan pendidikan inklusif dapat menjangkau lebih banyak kelompok rentan.

Sejumlah pelaku industri mulai terlibat dalam penguatan pendidikan inklusif melalui program sosial dan kolaborasi dengan lembaga pendidikan. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas serta kepercayaan diri pelajar disabilitas dalam menghadapi dunia kerja.

Baca Juga

PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF), misalnya, menyalurkan dukungan kepada pelajar tunanetra di SLB-A Pembina Tingkat Nasional Jakarta pada 24 April 2026. Kegiatan dilakukan melalui kerja sama dengan Yayasan Helping Hands dengan menghadirkan edukasi komunikasi disabilitas, pengenalan dunia kerja, serta aktivitas interaktif.

Selain itu, IIF memberikan bantuan berupa tiga unit laptop serta dukungan pendidikan senilai Rp25 juta untuk menunjang proses belajar mengajar.

Presiden Direktur & CEO IIF Rizki Pribadi Hasan mengatakan, program ini bertujuan memperkuat kesiapan pelajar disabilitas menghadapi masa depan. “Seluruh rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan, motivasi, serta membangun kepercayaan diri pelajar tunanetra agar lebih siap menghadapi masa depan,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Chief Risk Officer IIF Lestari Umardin menambahkan, kolaborasi menjadi kunci dalam memperluas akses pendidikan yang setara. “Melalui kolaborasi, kami ingin memastikan akses pendidikan yang setara dan bermakna dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat,” kata Lestari.

Program ini merupakan bagian inisiatif employee engagement IIF yang mendorong keterlibatan karyawan dalam kegiatan sosial. Ke depan, penguatan pendidikan inklusif dinilai perlu terus didorong seiring kebutuhan pembangunan sumber daya manusia yang lebih merata dan berkelanjutan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement