REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Jakarta meraih dua penghargaan sekaligus dalam ajang Indonesia 50 Best Chief Executive Officer Awards dan Indonesia Best Chief Operations Officer Awards 2026 yang diselenggarakan The Iconomics di Jakarta, (17/4/2026).
Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, dinobatkan sebagai The Best CEO Category Employee Choice, sementara Direktur Teknologi dan Operasional, Daniel Setiawan Subianto, meraih penghargaan Best COO 2026.
Agus menyatakan, penghargaan tersebut menjadi refleksi kepercayaan nasabah dan pemangku kepentingan terhadap kinerja Bank Jakarta, sekaligus momentum untuk memperkuat langkah transformasi yang tengah dijalankan.
Ia menilai, perubahan lanskap industri perbankan yang semakin dinamis menuntut respons cepat, terutama dalam hal inovasi dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi serta perilaku nasabah.
“Ekspektasi terhadap layanan perbankan terus meningkat. Karena itu, transformasi dan inovasi menjadi keharusan agar kami tetap relevan dan kompetitif,” ujarnya.
Senada, Daniel menyebut penghargaan di bidang operasional dan teknologi tidak lepas dari upaya integrasi sistem yang terus diperkuat. Menurut dia, pengembangan infrastruktur digital menjadi fokus utama untuk memastikan layanan yang lebih cepat, aman, dan andal.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi, menilai capaian tersebut menjadi dorongan bagi seluruh insan perusahaan dalam mempercepat transformasi.
Ia menambahkan, penghargaan ini juga bertepatan dengan momentum peringatan ulang tahun ke-65 Bank Jakarta, yang dipandang sebagai titik penting untuk memperkuat posisi sebagai bank yang adaptif dan berdaya saing.
Ajang penghargaan yang digelar The Iconomics tersebut diberikan kepada para CEO dan COO dari berbagai sektor industri, baik BUMN, BUMD, maupun swasta nasional dan internasional.
Penilaian dilakukan melalui survei terhadap hampir 10 ribu responden dari berbagai industri, dengan mempertimbangkan empat aspek utama, yakni popularitas, kompetensi, kepribadian, serta kepemimpinan dalam menghadapi krisis.