REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Pemerintah mendorong PT Pos Indonesia memperkuat peran sebagai induk konsolidasi BUMN logistik nasional. Namun, langkah ini dibarengi tantangan besar, mulai dari efisiensi hingga adaptasi teknologi.
Transformasi dinilai menjadi kunci agar perusahaan mampu bersaing dan menjawab kebutuhan distribusi yang terus berkembang. Kepala BP BUMN yang juga COO Danantara Dony Oskaria mengatakan, penguatan peran Pos Indonesia dibahas dalam kunjungan kerja ke Bandung. “Saya ingin semua kita memiliki pemahaman yang sama mengenai transformasi yang terjadi di perusahaan-perusahaan BUMN,” kata Dony, Senin (20/4/2026).
Ia menegaskan transformasi bukan lagi pilihan, tetapi keharusan bagi seluruh BUMN. Menurut Dony, perubahan ini harus dipahami sebagai upaya membangun perusahaan yang berkelanjutan.
“Hal ini sesuai arahan Bapak Presiden, dan itu bukan hanya diminta tetapi semua kita harus yakin dan percaya kalau kita ingin memiliki satu perusahaan yang berkelanjutan, yang berkembang, yang bisa kita wariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Dony.
Dony menyoroti pentingnya kesamaan visi dalam menjalankan transformasi. Tanpa arah yang jelas, konsolidasi BUMN logistik berisiko tidak efektif.
Ia menilai Pos Indonesia memiliki peran strategis sebagai pusat logistik nasional. Namun, peran ini menuntut perbaikan mendasar pada sistem operasional dan layanan.
Menurut Dony, tantangan utama terletak pada efisiensi distribusi dan integrasi layanan. Biaya logistik yang tinggi masih menjadi persoalan yang harus ditekan melalui transformasi sistem.
“Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, menekan biaya logistik, serta mendukung kelancaran distribusi barang di seluruh Indonesia,” kata Dony.
Selain itu, pemanfaatan teknologi digital menjadi kebutuhan mendesak. Tanpa digitalisasi, Pos Indonesia dinilai akan sulit bersaing di tengah perubahan industri logistik.
Dony juga menekankan peningkatan kualitas layanan sebagai faktor penting. Perusahaan harus mampu memberikan layanan yang cepat, tepat, dan efisien bagi masyarakat.
BP BUMN, lanjut Dony, akan terus mendorong penguatan kapabilitas Pos Indonesia, termasuk dari sisi operasional dan teknologi.
“BP BUMN terus mendukung Pos Indonesia untuk bertransformasi secara berkelanjutan, memperkuat kapabilitas digital, serta meningkatkan daya saing guna mendukung konektivitas logistik nasional serta memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Dony.
Dengan peran baru sebagai induk BUMN logistik, Pos Indonesia dituntut tidak hanya beradaptasi, tetapi juga mampu memimpin integrasi sistem logistik nasional.