Selasa 02 Jun 2026 12:16 WIB

BPS: Inflasi Tahunan Mei 2026 Capai 3,08 Persen

inflasi didorong makanan, minuman, dan tembakau. Tertinggi cabai merah.

Rep: M. Nursyamsyi/ Red: Lida Puspaningtyas
Pedagang menata cabai dagangannya di Tebet Barat, Jakarta, Senin (9/2/2026). Menurut pedagang, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tersebut menjelang bulan suci Ramadan mengalami kenaikan. Di antaranya, harga cabai rawit merah mencapai Rp100.000 per kilogram dan tomat menjadi Rp24.000 per kilogram, sementara harga bawang merah dan bawang putih belum mengalami kenaikan signifikan. Selain itu, harga sayuran hijau seperti sawi, bayam, kangkung, hingga buncis juga mengalami kenaikan rata-rata Rp1.000 hingga Rp2.000, yang telah berlangsung selama lebih dari sepekan.
Foto: Republika/Prayogi
Pedagang menata cabai dagangannya di Tebet Barat, Jakarta, Senin (9/2/2026). Menurut pedagang, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tersebut menjelang bulan suci Ramadan mengalami kenaikan. Di antaranya, harga cabai rawit merah mencapai Rp100.000 per kilogram dan tomat menjadi Rp24.000 per kilogram, sementara harga bawang merah dan bawang putih belum mengalami kenaikan signifikan. Selain itu, harga sayuran hijau seperti sawi, bayam, kangkung, hingga buncis juga mengalami kenaikan rata-rata Rp1.000 hingga Rp2.000, yang telah berlangsung selama lebih dari sepekan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pada Mei 2026 terjadi inflasi sebesar 0,28 persen secara bulanan (m-to-m), atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 111,09 pada April 2026 menjadi 111,40 pada Mei 2026. Secara kumulatif, inflasi tahun kalender (y-to-d) hingga Mei 2026 tercatat sebesar 1,35 persen, sedangkan inflasi tahunan mencapai 3,08 persen (y-on-y).

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi bulanan Mei 2026 dengan andil inflasi 0,12 persen dan tingkat inflasi 0,39 persen. Diikuti oleh kelompok transportasi dengan andil inflasi 0,07 persen dan tingkat inflasi 0,61 persen. 

Baca Juga

“Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau antara lain cabai merah, minyak goreng, bawang merah, tomat, dan beras. Cabai merah memberikan andil inflasi terbesar sebesar 0,08 persen," ujar Pudji saat konferensi pers di kantor BPS, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Selanjutnya, ucap Pudji, minyak goreng dan bawang merah masing-masing memberikan andil inflasi 0,04 persen, sedangkan tomat dan beras masing-masing menyumbang 0,03 persen dan 0,02 persen. Pudji menambahkan pada kelompok transportasi, komoditas yang dominan mendorong inflasi adalah bensin dan tarif angkutan udara, dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,02 persen.

"BPS turut mencatat sejumlah komoditas yang menjadi peredam inflasi, seperti daging ayam ras, telur ayam ras, dan bawang putih," lanjut dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement