Rabu 25 Feb 2026 14:44 WIB

Mentan Ancam Alihkan Anggaran untuk Pemda yang Tidak Kawal Program Cetak Sawah

Pemerintah akan mengevaluasi daerah yang tak menunjukkan progres menjaga swasembada.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.
Foto: Kementrian Pertanian
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan akan mengalihkan anggaran ke daerah lain apabila pemerintah daerah tidak serius menjalankan program cetak sawah sebagai bagian dari penguatan produksi dan swasembada pangan nasional. Amran mengingatkan, daerah yang tidak menunjukkan keseriusan dalam menjalankan program strategis untuk menjaga momentum swasembada beras akan dievaluasi, bahkan anggarannya dapat dialihkan.

"Yang tidak serius, kabupaten yang tidak serius, tolong nolkan anggarannya. Menteri yang tanggung jawab. Sampaikan Menteri yang tanggung jawab,” kata Amran dalam Rapat Koordinasi Nasional bersama jajaran Eselon I dan II serta kepala dinas se-Indonesia, sebagaimana keterangan di Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Baca Juga

Ia menambahkan, anggaran pertanian yang mencapai puluhan triliun rupiah merupakan amanah rakyat yang harus diwujudkan menjadi produksi nyata.

Oleh karena itu, bantuan akan diprioritaskan kepada daerah yang progresnya baik. Sementara itu, daerah dengan capaian rendah akan ditahan sementara hingga menunjukkan perbaikan.

“Tolong seluruh dirjen (direktur jenderal), daerah yang capaiannya rendah, alihkan ke yang rajin. Jadi kabupaten dan provinsi yang tidak serius, anggarannya tarik, pindahkan ke provinsi lain, kabupaten lain,” ujarnya.

Dia menekankan, langkah tegas tersebut merupakan bentuk tanggung jawab dan perlindungan kepada daerah agar tidak terbebani target yang tidak mampu direalisasikan.

"Bentuk cinta saya, kalau Anda tidak sanggup, saya pindahkan anggarannya. Daripada nanti tidak berjalan optimal di kemudian hari,” ucapnya.

Amran yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan program cetak sawah tidak boleh kendur. Karena itu, ia menginstruksikan seluruh kepala dinas pertanian provinsi dan kabupaten/kota untuk tetap memacu percepatan cetak sawah, optimalisasi lahan, serta program strategis pertanian lainnya.

"Momentum swasembada pangan yang telah diraih tidak boleh kendur dan harus dijaga secara berkelanjutan," tegasnya.

Ia menekankan cetak sawah merupakan fondasi keberlanjutan swasembada. Pada 2025, cetak sawah mencapai sekitar 200 ribu hektare. Sedangkan pada 2026, program tersebut ditargetkan hingga 250 ribu hektare.

Amran menuturkan, jika dikombinasikan dengan program optimalisasi lahan yang telah berjalan beberapa tahun terakhir, swasembada pangan dapat berkelanjutan hingga beberapa tahun ke depan.

“Ini yang membuat sistem nanti. Ini yang membuat berkelanjutan,” ujarnya.

photo
Seorang petani membajak sawah menggunakan traktor di Desa Mengwi, Badung, Bali, Rabu (4/2/2026). Badan Pusat Statistik Provinsi Bali mendata luas panen padi periode Januari hingga Desember 2025 mencapai sekitar 96.444 hektare atau mengalami penurunan sebesar 7.360 hektare atau 7,09 persen dibandingkan tahun 2024 yakni 103.804 hektare. - (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement