REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani membantah pernyataan Menteri Pertahanan (Menhan) RI Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin terkait perombakan direksi bank-bank milik negara (Himbara). Rosan menyebut belum ada rencana untuk melakukan pergantian terhadap jajaran direksi bank-bank pelat merah.
"Kami di Danantara sebagai pemegang saham di seluruh Bank Himbara sejauh ini tidak ada perbincangan mengenai hal itu," ujar Rosan di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).
Kendati begitu, Rosan mengatakan Danantara selalu terbuka untuk berkoordinasi dan konsultasi jika ada hal yang perlu dilakukan perbaikan terhadap Himbara. Namun posisi saat ini, Rosan menegaskan belum ada pembicaraan apa pun mengenai rencana perombakan direksi Himbara.
"Sampai sejauh ini tidak ada perbicaraan mengenai hal itu," kata Rosan.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menyebut, Presiden RI Jenderal (Purn) Prabowo Subianto sedang merombak total pergantian dewan direksi Himpunan Bank Negara (Himbara). Dia memastikan, nantinya yang bakal menakhodai bank-bank BUMN bukan berasal dari pegawai internal.
"Presiden memerintahkan pergantian direksi bank Himbara," ucap Sjafri saat berpidato dalam acara Retret PWI di Pusat Kompetensi Bela Negara BPSDM Kemenhan, Desa Cibodas, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/1/2026).
Menurut Sjafrie, pergantian direksi Himbara dilakukan karena bank milik negara tersebut selama ini, fokusnya hanya menyalurkan kredit ke taipan dan pengusaha besar. "Himbara itu lebih mementingkan pengusaha besar daripada pengusaha kecil," kata Sjafrie.