Rabu 25 Feb 2026 13:51 WIB

Pertamina Proyeksikan Permintaan Avtur Naik 3 Persen di Periode Ramadhan-Idul Fitri

Lonjakan mobilitas mudik mendorong kebutuhan bahan bakar pesawat.

Rep: Frederikus Dominggus Bata/ Red: Ahmad Fikri Noor
Penyaluran avtur Pertamina.
Foto: Pertamina
Penyaluran avtur Pertamina.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — VP Aviation Fuel Business PT Pertamina (Persero), Yosef Iswadi, menyatakan permintaan bahan bakar pesawat (avtur) secara nasional diproyeksikan meningkat selama periode Ramadhan dan Idul Fitri 2026. Pertamina menyiapkan langkah operasional untuk menjaga kelancaran distribusi dan pelayanan di seluruh bandara.

Kenaikan kebutuhan energi penerbangan terjadi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat serta adanya tambahan penerbangan pada musim mudik. Perusahaan juga memastikan kesiapan operasional melalui pembentukan Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) yang rutin dilaksanakan setiap tahun.

Baca Juga

“Secara nasional, prediksi demand avtur akan mengalami kenaikan sekitar 3 persen pada periode Ramadan dan Idul Fitri,” kata Yosef saat kegiatan di Aviation Fuel Terminal (AFT) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Pertamina memastikan pasokan avtur tetap aman. Ketahanan stok disiapkan pada tingkat nasional agar layanan pengisian bahan bakar pesawat tidak terganggu selama periode puncak perjalanan.

“Pertamina telah mempersiapkan dan menjamin pasokan serta ketahanan stok avtur secara nasional pada level 30 hari,” ujar Yosef.

Pertamina juga memperkuat koordinasi dengan pengelola bandara dan pemangku kepentingan sektor penerbangan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi perubahan jam operasional bandara yang berpotensi berlangsung hingga 24 jam seiring meningkatnya frekuensi penerbangan tambahan.

Di tingkat operasional, perusahaan menyiapkan sarana dan fasilitas serta menugaskan personel guna menjaga keandalan layanan selama masa RAFI. Kesiapan tersebut mencakup penguatan sistem operasional di Aviation Fuel Terminal sebagai titik utama penerimaan, penimbunan, dan penyaluran bahan bakar pesawat.

AFT Halim Perdanakusuma merupakan salah satu dari 75 Aviation Fuel Terminal yang dikelola Pertamina. Terminal ini menjadi yang terbesar kedua di regional Jawa Bagian Barat dan terbesar keenam secara nasional.

Terminal tersebut memiliki karakteristik khusus karena tidak hanya melayani penerbangan komersial, tetapi juga kebutuhan TNI Angkatan Udara serta penerbangan VVIP. Lebih dari 30 persen layanan di lokasi ini digunakan untuk mendukung operasi militer dan kegiatan kenegaraan.

Di Halim, Pertamina menyalurkan avtur untuk maskapai komersial seperti Batik Air dan Citilink. Terminal ini juga menyediakan avgas yang digunakan terutama oleh sekolah penerbangan.

Kesiapan operasional AFT Halim menjadi bagian dari strategi menjaga keandalan layanan energi penerbangan selama periode mudik. Optimalisasi fasilitas dan koordinasi diharapkan mendukung kelancaran mobilitas udara nasional. Pertamina menargetkan layanan tetap aman dan andal sepanjang Ramadan dan Idul Fitri.

photo
VP Aviation Fuel Business PT Pertamina Persero, Yosef Iswadi (kedua dari kanan), saat memberikan arahan kepada awak media di di Aviation Fuel Terminal Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (25/2/2026). - (Frederikus Bata/Republika)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement