REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, M. Rizal Taufikurahman, menegaskan proses pemilihan pengganti pejabat OJK harus transparan dan berbasis meritokrasi guna memulihkan kepercayaan pasar.
Menurutnya, figur yang dibutuhkan adalah sosok independen, teknokratis, serta memahami risiko sistem keuangan secara utuh. “Bagi pasar, yang utama bukan nama, tetapi proses pemilihan yang transparan dan berbasis meritokrasi,” ujar Rizal, Sabtu.
Ia menuturkan, pejabat baru harus memiliki rekam jejak profesional, minim konflik kepentingan, dan kredibilitas yang dipercaya pelaku pasar. Langkah paling mendesak saat ini adalah mengisi posisi yang lowong agar kepastian dan kepercayaan pasar kembali.
“Pasar perlu diyakinkan bahwa fungsi pengawasan, penegakan aturan, dan perlindungan investor tetap berjalan normal dan independen,” jelasnya.
Komunikasi yang jelas dan konsisten dari otoritas juga disebut kunci untuk mencegah spekulasi dan perkembangan sentimen negatif lebih lanjut.
Sejumlah pejabat tinggi OJK mengundurkan diri Jumat (30/1), yakni Ketua Dewan Komisioner Mahendra Siregar, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Inarno Djajadi, Deputi Komisioner I.B. Aditya Jayaantara, serta Wakil Ketua Dewan Komisioner Mirza Adityaswara.
Dalam pernyataan resmi, pengunduran diri tersebut disebut sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk mendukung pemulihan pasar modal domestik pasca koreksi tajam.