REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) hingga kini telah membangun sebanyak 1.275 unit hunian sementara (huntara) yang tersebar di tiga provinsi terdampak bencana.
“Secara keseluruhan, pembangunan hunian sementara Danantara yang telah berdiri di seluruh provinsi terdampak bencana berjumlah 1.275 unit,” kata Managing Director Stakeholders Management BPI Danantara Rohan Hafas di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Kamis (22/1/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Rohan saat meninjau progres pembangunan huntara di Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. Dalam kunjungan tersebut, Rohan juga memaparkan perkembangan pembangunan kepada rombongan Komisi VI DPR RI.
Dari total 1.275 unit tersebut, Danantara paling banyak membangun huntara di Provinsi Aceh, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang, yang mencapai 600 unit dalam satu kawasan. Sementara sisanya tersebar di sejumlah kabupaten dan kota lain yang terdampak bencana.
Pada awal terjadinya bencana, Danantara menyatakan kesanggupan membangun hingga 15 ribu unit huntara. Target tersebut dinilai realistis mengingat jumlah rumah rusak akibat bencana mencapai sekitar 33 ribu unit.
Khusus di Provinsi Sumatera Barat, Danantara telah membangun 250 unit huntara dan akan menambah sebanyak 500 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 40 unit berada di Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman.
“Tadi ada permintaan penambahan 100 unit huntara di Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, dan Danantara menyanggupinya,” ujar Rohan.
Ia memastikan tambahan 100 unit huntara di Kabupaten Padang Pariaman siap dibangun dalam waktu dekat, mengingat tidak terdapat kendala terkait ketersediaan lahan.
Di Kabupaten Padang Pariaman, pembangunan 40 unit huntara melibatkan 56 tenaga kerja lokal dan 100 tenaga kerja dari luar daerah. Selain menyediakan hunian, pemerintah juga melengkapi kawasan huntara dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti ruang komunal, taman bermain anak, lapangan olahraga, dapur umum, serta toilet dan kamar mandi.
Saat ini, progres pembangunan puluhan huntara di Kabupaten Padang Pariaman telah mencapai sekitar 90 persen dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada Sabtu (24/1/2026). Setelah itu, huntara akan langsung diserahterimakan kepada calon penghuni melalui kewenangan Bupati Padang Pariaman.