Senin 02 Feb 2026 15:10 WIB

Pasca Bencana, Aceh hingga Sumbar Berbalik Deflasi di Januari 2026

Kelompok makanan menjadi faktor utama deflasi nasional pada Januari 2026.

Rep: Eva Rianti/ Red: Friska Yolandha
Pedagang kembali berjualan di lapak sementara di bahu jalan di depan bangunan pasar tradisional  Pasar Pagi Kuala Simpang (Pasar Pajak), Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Senin (22/12/2025). Aktivitas di pasar tersebut mulai bergeliat. Meski bangunan pasar tempat mereka berdagang masih dipenuhi lumpur, para pedagang ini menggelar lapak di sepanjang Jalan Cut Nyak Dien yang berada di depan pasar. Mereka menjajakan beragam kebutuhan sayur mayur, sembako seperti ikan dan aneka sayur mayur yang diambil dari agen yang berbelanja ke Sumatera Utara (Sumut) serta pakaian
Foto: Republika/Thoudy Badai
Pedagang kembali berjualan di lapak sementara di bahu jalan di depan bangunan pasar tradisional Pasar Pagi Kuala Simpang (Pasar Pajak), Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Senin (22/12/2025). Aktivitas di pasar tersebut mulai bergeliat. Meski bangunan pasar tempat mereka berdagang masih dipenuhi lumpur, para pedagang ini menggelar lapak di sepanjang Jalan Cut Nyak Dien yang berada di depan pasar. Mereka menjajakan beragam kebutuhan sayur mayur, sembako seperti ikan dan aneka sayur mayur yang diambil dari agen yang berbelanja ke Sumatera Utara (Sumut) serta pakaian

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengalami deflasi 0,15 persen pada Januari 2026 secara bulanan atau month to month (mtm). Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) merupakan beberapa wilayah yang berbalik mengalami deflasi yang dalam pada Januari 2026 setelah pada Desember 2025 mengalami inflasi yang tinggi, pasca bencana.  

Menurut data BPS, inflasi pada Januari 2026 secara bulan ke bulan ataupun tahun kalender (year to date/ytd) tercatat -0,15, alias mengalami deflasi. Kondisi itu berbeda dibandingkan bulan sebelumnya (Desember 2025) yang mengalami inflasi, yakni 0,64 persen (mtm). Sebanyak 20 provinsi tercatat mengalami inflasi pada Januari 2026, sedangkan 18 provinsi mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Maluku Utara sebesar 1,48 persen, dan deflasi terendah terjadi pada Sumbar yakni sebesar -1,15 persen. 

Baca Juga

“Pada periode pasca bencana hidrometeorologi, Aceh, Sumut, dan Sumbar mengalami deflasi di Januari 2026, setelah sebelumnya ketiga provinsi tersebut mengalami inflasi yang cukup tinggi di Desember 2025,” ujar Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers di Gedung BPS, Jakarta, Senin (2/2/2026).

Tercatat, Provinsi Aceh mengalami deflasi 0,15 persen (mtm) pada Januari 2026, berbalik dari kondisi inflasi pada Desember 2025 sebesar 3,60 persen (mtm). Provinsi Sumut pada Januari 2026 mengalami deflasi 0,75 persen, dibandingkan pada Desember 2025 mengalami inflasi 1,66 persen. 

Sedangkan, Provinsi Sumbar pada Desember mengalami inflasi 1,48 persen, yang kemudian mengalami deflasi pada Januari 2026 sebesar 1,15 persen, menjadi deflasi yang terdalam se-Indonesia. 

“Secara umum, komoditas kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang deflasi terbesar pada ketiga provinsi tersebut. Seperti Aceh yang utamanya didorong oleh penurunan telur ayam ras, di Sumut dan Sumbar utamanya didorong oleh penurunan harga cabai merah,” terangnya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement