REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Senin, bergerak melemah 15 poin atau 0,09 persen menjadi Rp 16.740 per dolar AS dari sebelumnya Rp 16.725 per dolar AS.
Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan pelemahan kurs rupiah seiring ketidakpastian arah kebijakan suku bunga The Fed pada tahun ini.
“Mengacu pada risalah rapat The Fed per Desember, ada perpecahan pendapat anggota The Fed terkait prospek penurunan bunga antara yang berkeinginan untuk penguatan pasar tenaga kerja dan yang ingin pencapaian target inflasi 2 persen yang masing-masing saling berlawanan,” ucapnya di Jakarta, Senin (5/1/2026).
Mengutip Xinhua, sebagian pendapat anggota The Fed menyampaikan pelonggaran kebijakan suku bunga tepat diputuskan sebagai respons terhadap risiko penurunan lapangan kerja.
Sebagai lainnya menunjukkan risiko inflasi yang lebih tinggi, sehingga disarankan tak melakukan penurunan suku bunga lebih lanjut.