Jumat 04 Apr 2025 08:28 WIB

Tarif Trump Berpotensi Naikkan Harga Produk, Harga Iphone Bisa Tembus Rp 38 Juta

Hal ini memicu kekhawatiran kenaikan harga yang tajam.

Pelanggan memilih iPhone untuk disewa di salah satu gerai rental iPhone, Kecamatan Kraksan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (26/3/2025). Menurut pelaku usaha, memasuki minggu keempat Ramadhan permintaan sewa iPhone dengan tarif Rp90 ribu hingga Rp220 ribu per hari tersebut mengalami peningkatan sebanyak 14 buah per hari dari hari biasa 5 hingga 6 per hari yang diperkirakan makin meningkat pada H-1 Lebaran.
Foto: ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya
Pelanggan memilih iPhone untuk disewa di salah satu gerai rental iPhone, Kecamatan Kraksan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (26/3/2025). Menurut pelaku usaha, memasuki minggu keempat Ramadhan permintaan sewa iPhone dengan tarif Rp90 ribu hingga Rp220 ribu per hari tersebut mengalami peningkatan sebanyak 14 buah per hari dari hari biasa 5 hingga 6 per hari yang diperkirakan makin meningkat pada H-1 Lebaran.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Negara-negara di seluruh dunia mengancam akan meningkatkan perang dagang dengan Amerika Serikat karena penerapan tarif besar-besaran yang dilakukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Hal ini memicu kekhawatiran kenaikan harga yang tajam.

Sanksi yang diumumkan oleh Trump pada Rabu (2/4/2025) waktu AS memicu kejatuhan pasar keuangan dunia dan menuai kecaman dari para pemimpin negara lain yang memperhitungkan berakhirnya era liberalisasi perdagangan selama beberapa dekade. Tarif AS akan menjadi hambatan perdagangan tertinggi dalam lebih dari satu abad. Terdapat tarif dasar 10 persen untuk semua impor dan bea masuk yang lebih tinggi diterapkan untuk beberapa mitra dagang terbesar negara tersebut, termasuk juga Indonesia.

Baca Juga

Dikutip dari Reuters, kebijakan itu dapat menaikkan harga bagi konsumen di AS untuk berbagai produk. Hal itu mulai dari sepatu lari hingga iPhone. iPhone kelas atas dinilai bisa berharga sekitar 2.300 dolar AS atau Rp 38,42 juta (kurs Rp16.703 per dolar AS) jika Apple langsung membebankan biaya tarif tersebut kepada konsumen, berdasarkan proyeksi dari Rosenblatt Securities.

Pelaku usaha di seluruh dunia pun berlomba-lomba menyesuaikan diri. Produsen mobil Stellantis mengatakan akan memberhentikan sementara pekerja AS dan menutup pabrik di Kanada dan Meksiko, sementara General Motors mengatakan akan meningkatkan produksi AS.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan Amerika Serikat telah meninggalkan peran historisnya sebagai juara kerja sama ekonomi internasional. "Ekonomi global pada dasarnya berbeda hari ini dibandingkan kemarin," katanya saat mengumumkan serangkaian tindakan pencegahan terbatas.

Di tempat lain, China bersumpah akan membalas tarif 54 persen Trump. Begitu pula dengan Uni Eropa yang dikenakan bea masuk 20 persen oleh Trump.

Presiden Prancis Emmanuel Macron meminta negara-negara Eropa untuk menangguhkan investasi di Amerika Serikat. Mitra dagang lainnya, termasuk Korea Selatan, Meksiko, dan India, mengatakan mereka akan menunda pernyataan untuk saat ini karena mereka mencari konsesi.

photo
Infografis kebijakan tarif impor dari Presiden AS Donald Trump. - (Infografis Republika)

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement