Kamis 03 Apr 2025 08:16 WIB

Indonesia Ikut Diserang Tarif Trump, Ini Besaran Surplus yang Dirasakan dari AS

Surplus dagang bagi Indonesia atas AS mencapai 16,84 miliar dolar AS.

Presiden Donald Trump berbicara dalam acara pengumuman tarif baru di Rose Garden Gedung Putih, Rabu, 2 April 2025, di Washington. (
Foto: AP Photo/Evan Vucci
Presiden Donald Trump berbicara dalam acara pengumuman tarif baru di Rose Garden Gedung Putih, Rabu, 2 April 2025, di Washington. (

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengumumkan kebijakan tarif dasar untuk bea masuk sebesar 10 persen atas barang impor yang masuk ke Amerika Serikat. Beberapa negara mendapatkan tambahan tarif yang lebih tinggi, salah satunya Indonesia yang dikenakan tarif resiprokal atau tarif balasan sebesar 32 persen. Kebijakan Trump ini diperkirakan akan semakin memperkeruh suasana perang dagang dan mengancam pertumbuhan ekonomi global.

Nama Indonesia masuk dalam daftar negara yang dikenakan tarif resiprokal khusus bersama dengan China, Uni Eropa, dan sejumlah negara ASEAN lain. Sebenarnya, bagaimana kondisi perdagangan Indonesia dan Amerika Serikat hingga akhirnya Trump mengenakan tarif balasan?

Baca Juga

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), AS adalah negara penyumbang surplus perdagangan terbesar bagi Indonesia. Dalam periode Januari-Februari 2025, Indonesia berhasil mencetak surplus sebesar 3,1 miliar dolar AS. Angka itu didukung oleh komoditas penyumbang surplus terbesar seperti mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya, pakaian dan aksesorinya, dan alas kaki.

AS memang merupakan negara andalan penyumbang surplus bagi perdagangan internasional Indonesia. Selama setahun penuh 2024, surplus dagang bagi Indonesia atas AS mencapai 16,84 miliar dolar AS. Di tempat kedua penyumbang surplus terbesar bagi Indonesia adalah India dengan nilai 15,4 miliar dolar AS.

Secara keseluruhan, Indonesia merasakan surplus perdagangan 31,04 miliar dolar AS pada 2024. Neraca dagang Indonesia berhasil surplus dalam 56 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Dalam periode tersebut, AS selalu menjadi negara pemberi surplus terbesar untuk Indonesia.

Dilansir dari Reuters, tarif bea masuk yang besar akan menjadi tembok penghalang baru bagi negara-negara di dunia untuk bisa memasok produk ke AS. Hal ini membalikkan liberalisasi perdagangan yang berjalan selama beberapa dekade dan telah membentuk tatanan global. Negara yang terdampak berpotensi menanggapi dengan tindakan balasan yang dapat menyebabkan harga yang jauh lebih tinggi untuk berbagai barang.

Impor China akan dikenakan tarif 34 persen, di atas tarif 20 persen yang sebelumnya sudah dikenakan oleh Trump. Sehingga total pungutan baru menjadi 54 persen. Sekutu dekat AS tidak luput, termasuk Uni Eropa, yang menghadapi tarif 20 persen, dan Jepang yang disasar dengan tarif 24 persen.

photo
Presiden Donald Trump berbicara dalam acara pengumuman tarif baru di Rose Garden Gedung Putih, Rabu, 2 April 2025, di Washington. ( - (AP Photo/Evan Vucci)

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan tarif yang lebih tinggi akan berlaku pada 9 April dan akan berlaku untuk sekitar 60 negara secara keseluruhan. Tarif dasar 10 persen akan berlaku pada hari Sabtu (5/4/2025).

Tarif resiprokal ini, kata Trump, merupakan respons terhadap bea dan hambatan non-tarif lainnya yang dikenakan pada barang-barang AS. Ia berpendapat bahwa pungutan baru tersebut akan meningkatkan lapangan kerja manufaktur di dalam negeri.

"Selama beberapa dekade, negara kita telah dijarah, dirampok, diperkosa, dan dijarah oleh negara-negara dekat dan jauh, baik kawan maupun lawan," kata Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih, Amerika Serikat, Kamis (3/4/2025) dini hari WIB.

Ekonom telah memperingatkan bahwa tarif dapat memperlambat ekonomi global, meningkatkan risiko resesi, dan meningkatkan biaya hidup bagi rata-rata keluarga AS hingga ribuan dolar. Kanada dan Meksiko, dua mitra dagang AS terbesar, telah menghadapi tarif 25 persen untuk banyak barang dan tidak akan menghadapi pungutan tambahan dari pengumuman terbaru Trump.

photo
Infografis kebijakan tarif impor dari Presiden AS Donald Trump. - (Infografis Republika)

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement