Selasa 25 Mar 2025 14:50 WIB

Petani Dinilai Sudah Dapat Harga Bagus, Zulhas: Jaga Kualitas Gabahnya

Perum Bulog dan swasta diharuskan membeli GKP dengan harga Rp 6.500 per kg.

Rep: Frederikus Dominggus Bata / Red: Gita Amanda
Petani megayak padi di lahan persawahan di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, (ilustrasi)
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Petani megayak padi di lahan persawahan di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan kembali menegaskan komitmen pemerintah dalam memperhatikan kalangan petani. Perum Bulog dan swasta diharuskan membeli gabah kering panen (GKP) seharga Rp 6.500 per kilogram (Kg). 

Meski demikian Zulhas meminta agar petani juga menjaga kualitas produk yang dijual. Saat ini proses penyerapan sedang berlangsung. Tepatnya selama masa panen raya 2025.

 

Ia berharap sampai akhir Maret, Bulog bisa menyerap 750 sampai 800 ribu ton gabah setara beras. Sehingga nanti di puncak panen pada April, BUMN tersebut sudah melakukan pembelian lebih banyak lagi.

 

"Dilaporkan tadi, alhamdulillah kita syukuri, sekarang para petani senang karena harga gabah bisa Rp 6.500 (per kg), bahkan di beberapa daerah di atas Rp 6.500," sebut Zulhas, dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Selasa (25/3/2025).

 

"Sekali lagi Bulog sudah bekerja keras. Tapi kami juga mohon kalau petani sudah diberi harga bagus, dijaga kualitasnya. Jangan sampai karena mau Lebaran, belum waktunya panen (malah) di panen. Tunggu saja nanti setelah Lebaran. Tapi kalau sudah waktunya, silakan, karena kita harus jaga kualitasnya juga, kalau nggak, nanti nggak bisa disimpan, nggak bisa diproses," ujar Menko Pangan, menambahkan.

photo
Pekerja menjemur gabah di Kasemen, Kota Serang, Banten. - (ANTARA FOTO/Putra M Akbar)

 

Hal senada juga pernah disampaikan oleh Kepala Badan Pangan Nasional (National Food Agency/NFA) Arief Prasetyo Adi dalam Rapat Koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (20/3/2025). Saat itu, Arief menekankan agar para pimpinan daerah dapat turut membantu memastikan kualitas gabah petani yang diberikan petani ke Bulog.

 

Apabila gabah berkualitas rendah, misalnya dengan kadar air 40 persen, yang masuk ke Bulog, akan mempengaruhi stok Cadangan Pangan Pemerintah ke depannya. Ini karena penyerapan di tahun ini oleh Bulog akan disimpan sampai setahun kemudian. Tatkala gabahnya berkualitas rendah, maka akan sulit tahan lama.

 

Kebijakan penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah dan jagung di tingkat petani di tahun 2025 menjadi instrumen pemerintah dalam menjaga harga di tingkat petani. Itu sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement