Kamis 27 Feb 2025 22:20 WIB

Bulog Jemput Gabah Petani dengan Harga Tinggi

Bulog sedang gencar melakukan penyerapan gabah petani.

Penyerapan besar oleh Tim Jemput Gabah Bulog
Foto: dok Republika
Penyerapan besar oleh Tim Jemput Gabah Bulog

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perum Bulog lakukan aksi nyata lewat Program Jemput Gabah sesuai dengan intruksi Presiden Prabowo Subianto dalam rangka mendukung kesejahteraan petani. Kegiatan tersebut dilakukan di Kecamatan Malingping Lebak dan Cikesik Pandeglang, Kamis (27/2/2025).

Direktur Bisnis Perum Bulog Febby Novita mengatakan saat ini Bulog sedang gencar melakukan penyerapan gabah petani. Bulog memastikan diri hadir sampai ke tingkat petani langsung untuk memastikan penyerapan gabah.

Baca Juga

"Bulog mendukung petani dengan cara membeli gabah petani dengan harga Rp 6.500 per kilogram, dengan cara dijemput dan langsung dibayar di tempat," ujar Febby pada Kamis.

Ia menjelaskan harga gabah tidak boleh dibeli Bulog di bawah HPP (Harga Pokok Penjualan). Bulog diberi tugas oleh pemerintah untuk melakukan penyerapan setara beras sebanyak tiga juta ton dan melibatkan hampir seluruh wilayah Indonesia, termasuk di wilayah Lebak, Banten.

"Alhamdulillah kami melakukan penyerapan pada padi yang sudah memasuki usia masa panen dengan harga yang sudah ditentukan pemerintah Rp6.500 per kg," ucap Febby.

Gabah yang dibeli dari petani tersebut selanjutnya diproses di tempat jasa penggilingan padi terdekat yang memiliki fasilitas pengeringan gabah. Sebelum beras dimasukkan ke gudang, maka Bulog juga melakukan pengecekan kualitas berasnya. Karena selama ini beras yang ditampung harus memenuhi persyaratan kadar air, butir patah, kadar menir dan derajat sosoh.

Untuk itulah, sebelum menyerap gabah yang ditawarkan petani, tim dari Bulog juga turun melakukan analisis kualitas gabah yang hendak dibeli agar saat diproses menjadi beras memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.

Para petani sangat diuntungkan adanya program penyerapan gabah tersebut, karena harga yang diterima petani benar-benar riil sebesar Rp 6.500 per kilogram untuk GKP. Sedangkan sebelumnya gabah petani hanya dihargai tengkulak sekitar Rp 6.000 per kg.

"Adanya program penyerapan gabah petani dari pemerintah melalui Bulog, diharapkan petani bisa lebih sejahtera karena pembeliannya juga sesuai HPP, " sebut Febby.

Agus (45) tahun, salah seorang petani di Cikesik, Pandeglang saat ditemui di lokasi sangat mengapresiasi kinerja Tim Jemput Gabah Bulog dalam melakukan penyerapan gabah dari petani. Menurut Agus, tim tersebut sangat berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan di daerah.

“Kami sangat bersyukur dengan langkah ini. Dengan harga yang tinggi dan penyerapan yang lancar, petani tidak perlu khawatir soal pemasaran hasil panennya," katanya. 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement