Selasa 11 Jun 2024 17:09 WIB

LPDP: Akumulasi Dana Abadi di Bidang Pendidikan Capai Rp 154,1 Triliun

Akumulasi dana abadi di bidang pendidikan telah mencapai Rp 154,1 triliun.

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Foto: Dok Setkab
Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Andin Hadiyanto menyampaikan bahwa akumulasi dana abadi di bidang pendidikan telah mencapai Rp 154,1 triliun dari tahun 2010 hingga 31 Mei 2024.

“Ini terdiri dari dana abadi pendidikan Rp 126,1 triliun, dana abadi penelitian Rp 12,99 triliun, dan dana abadi perguruan tinggi Rp 10 triliun, dan dana abadi kebudayaan Rp5 triliun,” kata Andin dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Selasa (11/6/2024).

Baca Juga

Andin menambahkan, akumulasi asset under management (AUM) hingga 31 Mei 2024 tercatat sebesar Rp 158,33 triliun. Sementara surplus yang menjadi re-investasi hingga periode yang sama sebesar Rp 4,2 triliun atau 2,67 persen dari total AUM.

Total AUM tersebut diinvestasikan ke beberapa instrumen antara lain deposito dengan porsi 31,94 persen atau sebesar Rp 50,57 triliun, obligasi negara dengan porsi 62,96 persen atau sebesar Rp 99,68 triliun, serta obligasi korporasi dengan porsi 1,72 persen atau sebesar Rp 2,72 triliun.

Andin mengatakan bahwa dana yang ditempatkan di instrumen obligasi korporasi mayoritas merupakan entitas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti PT Pupuk Indonesia, PT Angkasa Pura II, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero), PT PLN (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero), dan seterusnya.

“Untuk yang deposito, ini ada 21 bank mitra yang sehat dan dia harus ada surat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Cara penempatan depositonya kita lakukan dengan lelang, mungkin sebulan bisa dua atau tiga kali. Sifatnya jangka pendek karena kebutuhan LPDP bulanannya cukup tinggi sehingga kita perlu yang sifatnya jangka pendek,” kata Andin.

Adapun akumulasi jumlah penerima program beasiswa LPDP sendiri mencapai 45.577 orang dari tahun 2013 hingga akhir Mei 2024. Kemudian penerima beasiswa kolaborasi (degree dan non-degree) Kemendikbudristek mencapai 536.427 orang dan penerima beasiswa kolaborasi Kemenag sebanyak 40.905 orang.

Untuk program riset, terdapat 2.954 proyek riset yang didanai termasuk di dalamnya riset kolaborasi dengan Kemendikbudristek dan BRIN. Kemudian, jumlah proyek riset yang sudah selesai dan menghasilkan manfaat luaran tercatat sebanyak 983 proyek. LPDP mencatat, jumlah pendanaan proyek riset yang sudah tanda tangan kontrak akumulasinya mencapai Rp2,7 triliun.

Andin mengatakan, jumlah pendaftar program beasiswa LPDP dari tahun ke tahun terus meningkat kecuali pada saat pandemi Covid-19. Di tahun 2023, jumlah pendaftar LPDP tercatat sebanyak 33.337 orang. Pada pendaftaran seleksi tahap pertama tahun 2024, tercatat 20.210 orang mendaftar program beasiswa tersebut.

Untuk di tahun 2025, Andin mengatakan pihaknya tentu masih akan meneruskan program beasiswa serta layanan riset, perguruan tinggi, dan kebudayaan. Pagu belanja pada tahun anggaran 2025 ditetapkan total sebesar Rp3.934 triliun, dengan target pendapatan sebesar Rp10.667 miliar.

“Semuanya itu (program beasiswa dan lainnya) akan kita tingkatkan, baik kualitas maupun kualitas pelaksananya, termasuk menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga pengelola dana di tingkat dunia yang saat ini sudah mulai berkembang,” kata Andin.

sumber : Antara

Seberapa tertarik Kamu untuk membeli mobil listrik?

Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
وَلْيَسْتَعْفِفِ الَّذِيْنَ لَا يَجِدُوْنَ نِكَاحًا حَتّٰى يُغْنِيَهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ ۗوَالَّذِيْنَ يَبْتَغُوْنَ الْكِتٰبَ مِمَّا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ فَكَاتِبُوْهُمْ اِنْ عَلِمْتُمْ فِيْهِمْ خَيْرًا وَّاٰتُوْهُمْ مِّنْ مَّالِ اللّٰهِ الَّذِيْٓ اٰتٰىكُمْ ۗوَلَا تُكْرِهُوْا فَتَيٰتِكُمْ عَلَى الْبِغَاۤءِ اِنْ اَرَدْنَ تَحَصُّنًا لِّتَبْتَغُوْا عَرَضَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۗوَمَنْ يُّكْرِهْهُّنَّ فَاِنَّ اللّٰهَ مِنْۢ بَعْدِ اِكْرَاهِهِنَّ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Dan orang-orang yang tidak mampu menikah hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sampai Allah memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan jika hamba sahaya yang kamu miliki menginginkan perjanjian (kebebasan), hendaklah kamu buat perjanjian kepada mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa hamba sahaya perempuanmu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri menginginkan kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan kehidupan duniawi. Barangsiapa memaksa mereka, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang (kepada mereka) setelah mereka dipaksa.

(QS. An-Nur ayat 33)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement