Senin 10 Jun 2024 17:08 WIB

Skandal Baru Uji Kendaraan, Giliran Kantor Honda dan Mazda yang Diperiksa

Kementerian Transportasi akan menguji 38 model yang terkena dampak skandal.

 Tim Kementerian Transportasi Jepang mendatangi kantor Pusat Honda Motor Corp di Tokyo, Jepang, Senin (10/6/2024) untuk memeriksa skandal uji kendaraan.
Foto: nippon.com
Tim Kementerian Transportasi Jepang mendatangi kantor Pusat Honda Motor Corp di Tokyo, Jepang, Senin (10/6/2024) untuk memeriksa skandal uji kendaraan.

REPUBLIKA.CO.ID,TOKYO--Kementerian Transportasi Jepang pada Senin (10/6/2024) melakukan inspeksi di kantor pusat Honda Motor Co dan Mazda Motor Corp, Tokyo Jepang sebagai bagian dari penyelidikan penipuan uji kendaraan yang melibatkan lima produsen.

Kementerian tersebut pekan lalu menggeledah kantor pusat Toyota Motor Corp, Yamaha Motor Co, dan Suzuki Motor Corp setelah mengungkapkan penyimpangan yang dilakukan oleh lima produsen tersebut dalam pengujian untuk mendapatkan persetujuan jenis, yang diperlukan untuk produksi massal.

Baca Juga

Kementerian sedang menyelidiki rincian penyimpangan dan mencari tahu apakah ada kesalahan lainnya.

Setelah menyelesaikan penyelidikannya, kementerian berencana menguji 38 model yang terkena dampak untuk memastikan apakah model tersebut memenuhi standar persetujuan jenis.

Kementerian akan mencabut perintah penangguhan pengiriman enam model dari Toyota, Mazda dan Yamaha jika terbukti memenuhi standar.

 

sumber : nippon.com

Seberapa tertarik Kamu untuk membeli mobil listrik?

Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
وَلْيَسْتَعْفِفِ الَّذِيْنَ لَا يَجِدُوْنَ نِكَاحًا حَتّٰى يُغْنِيَهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ ۗوَالَّذِيْنَ يَبْتَغُوْنَ الْكِتٰبَ مِمَّا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ فَكَاتِبُوْهُمْ اِنْ عَلِمْتُمْ فِيْهِمْ خَيْرًا وَّاٰتُوْهُمْ مِّنْ مَّالِ اللّٰهِ الَّذِيْٓ اٰتٰىكُمْ ۗوَلَا تُكْرِهُوْا فَتَيٰتِكُمْ عَلَى الْبِغَاۤءِ اِنْ اَرَدْنَ تَحَصُّنًا لِّتَبْتَغُوْا عَرَضَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۗوَمَنْ يُّكْرِهْهُّنَّ فَاِنَّ اللّٰهَ مِنْۢ بَعْدِ اِكْرَاهِهِنَّ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Dan orang-orang yang tidak mampu menikah hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sampai Allah memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan jika hamba sahaya yang kamu miliki menginginkan perjanjian (kebebasan), hendaklah kamu buat perjanjian kepada mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa hamba sahaya perempuanmu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri menginginkan kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan kehidupan duniawi. Barangsiapa memaksa mereka, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang (kepada mereka) setelah mereka dipaksa.

(QS. An-Nur ayat 33)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement