Ahad 19 May 2024 20:30 WIB

Sandiaga Sebut Ragam Budaya di World Water Forum Magnet Okupansi Hotel

Para delegasi akan diajak ke tempat-tempat yang secara budaya memuliakan air di Bali.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno saat Konferensi Asian Venture Philanthropy Network (AVPN) 2022 di Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa (21/6/2022).
Foto: ANTARA/Fikri Yusuf
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno saat Konferensi Asian Venture Philanthropy Network (AVPN) 2022 di Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa (21/6/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan kemeriahan ragam budaya Indonesia di perhelatan World Water Forum Ke-10 menjadi magnet bagi okupansi bisnis perhotelan di Bali.

Sandiaga dalam keterangannya di Bali, Ahad (19/5/2024), mengatakan kebudayaan Indonesia, khususnya Bali, ditampilkan di sejumlah acara seremonial mulai dari jamuan makan malam delegasi, field trip, hingga karnaval.

Baca Juga

"Ada gala dinner di Garuda Wisnu Kencana, juga ada field trip bagi delegasi ke Jatiluwih untuk melihat sistem pengairan Subak. Kemudian kunjungan ke Pura Besakih, Kintamani, juga beberapa destinasi lain yang memuliakan air," kata Sandiaga.

Selain itu, Kemenparekraf juga melibatkan 1.200 seniman untuk memeriahkan Bali Street Carnival sebagai rangkaian Balinese Water Purification Ceremony yang digelar sebelumnya, pada Sabtu (18/5/2024).

Sandiaga mengatakan ragam budaya Indonesia dalam rangkaian World Water Forum kali ini mengangkat tema "Samudra Cipta Peradaban” yang dimaknai sebagai upaya pemuliaan laut sebagai sumber kesejahteraan semesta. Pawai tersebut akan berlangsung pada Senin (20/5) yang diikuti para seniman dari enam sanggar seni di Bali.

Sandiaga mencatat sudah 20 ribu delegasi yang mendaftar hadir, dan jika ditambahkan dengan rombongan dari masing-masing delegasi diperkirakan mencapai 46 ribu peserta yang hadir.

Ia pun optimistis saat acara pembukaan nanti target 50 ribu peserta World Water Forum Ke-10 dapat tercapai.

"Kita harus melayani dengan baik, kita harus pastikan bahwa kualitas dari penyelenggaraan, bukan hanya substansi tapi juga bagaimana kita menjaga kebersihan lingkungan bisa kita pastikan," ujarnya.

Terkait dampak dari penyelenggaraan World Water Forum Ke-10, kata Sandiaga, dapat dengan mudah terlihat dari peningkatan okupansi kamar hotel serta layanan transportasi. Bahkan harus sampai mendatangkan layanan dari luar Bali.

"Produk-produk UMKM ekonomi kreatif juga sudah banyak terpesan, tapi tentunya kita ingin melibatkan lebih luas lagi sehingga dampak dari penyelenggaraan acara semakin luas," ujarnya.

Delegasi diharapkan dapat memperpanjang lama tinggal dengan mengunjungi beberapa destinasi seperti Lombok, Borobudur, Danau Toba, Labuan Bajo, dan beberapa destinasi lainnya. "Destinasi yang menawarkan pariwisata hijau yang berkelanjutan dan berkualitas serta inklusif yang memberikan dampak ekonomi masyarakat," ujarnya.

 

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement