Jumat 17 May 2024 11:19 WIB

Erick Tunjuk Mantan Direktur BNI Jadi Dirut Holding BUMN Pangan 

Penetapan ini sejalan dengan upaya Kementerian BUMN dalam memperkuat peran ID Food.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Ahmad Fikri Noor
Logo Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
Foto: ANTARA /Aprillio Akbar
Logo Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kementerian BUMN melakukan perubahan susunan Direksi PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD dengan menetapkan Sis Apik Wijayanto sebagai Direktur Utama menggantikan Frans Marganda Tambunan. Penetapan tersebut ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-115/MBU/05/2024, tentang Pemberhentian, Perubahan Nomenklatur Jabatan, Pengalihan Tugas, dan Pengangkatan Anggota-anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Rajawali Nusantara Indonesia, yang dilaksanakan pada Kamis, 17 Mei 2024 di Jakarta. 

"Penetapan ini sejalan dengan upaya Kementerian BUMN dalam memperkuat peran ID FOOD sebagai Holding BUMN Pangan serta mendorong percepatan transformasi perusahaan menuju Holding Pangan yang berdaya saing global," ujar VP Sekretaris Perusahaan ID FOOD Yosdian Adi Pramono dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (17/5/2024).

Baca Juga

Adi mengatakan Sis Apik Wijayanto sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Enterprise & Commercial Banking PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Selain itu juga pernah menjabat sebagai Direktur Hubungan Kelembagaan dan BUMN PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk pada 2017.

Melalui SK tersebut Kementerian BUMN juga menetapkan Susana Indah Kris Indriati sebagai Direktur Keuangan dan Strategi. Di posisi Direktur Keuangan ID FOOD sebelumnya dijabat oleh Thomas Hadinata.

Adi menyampaikan Susana Indah Kris Indriati sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Corporate Banking PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Selain itu, Kementerian BUMN juga menetapkan Sjamsul Hidayat Safwan sebagai Direktur Manajemen Risiko dan Legal ID FOOD. Sebelumnya bidang Manajemen Risiko berada di bawah Direktur Strategi, Aset, dan Manajemen Risiko yang dijabat oleh Dirgayuza Setiawan.

Adi menyampaikan Sjamsul Hidayat Safwan sebelumnya pernah menjabat sebagai Enterprise & Commercial Remedial & Recovery Division Head di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Adi mengatakan ID FOOD siap melanjutkan transformasi menyeluruh sebagai produsen pangan nasional yang berkualitas dan berdaya saing.

"ID FOOD juga akan terus melakukan inovasi dan kolaborasi untuk meningkatkan kinerja serta kontribusinya dalam menjaga ketahanan pangan dan mendukung penguatan ekosistem pangan nasional," kata Adi.

Susunan direksi ID FOOD per 16 Mei 2024 menjadi sebagai berikut:

Direktur Utama: Sis Apik Wijayanto

Direktur Keuangan dan Strategi: Susana Indah Kris Indriati

Direktur Manajemen Risiko dan Legal: Sjamsul Hidayat Safwan

Direktur Komersial: Nina Sulistyowati

Direktur Supply Chain Management dan Teknologi Informasi: Bernadetta Raras 

Direktur Sumber Daya Manusia: Yossi Istanto

Seberapa tertarik Kamu untuk membeli mobil listrik?

Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
وَلْيَسْتَعْفِفِ الَّذِيْنَ لَا يَجِدُوْنَ نِكَاحًا حَتّٰى يُغْنِيَهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ ۗوَالَّذِيْنَ يَبْتَغُوْنَ الْكِتٰبَ مِمَّا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ فَكَاتِبُوْهُمْ اِنْ عَلِمْتُمْ فِيْهِمْ خَيْرًا وَّاٰتُوْهُمْ مِّنْ مَّالِ اللّٰهِ الَّذِيْٓ اٰتٰىكُمْ ۗوَلَا تُكْرِهُوْا فَتَيٰتِكُمْ عَلَى الْبِغَاۤءِ اِنْ اَرَدْنَ تَحَصُّنًا لِّتَبْتَغُوْا عَرَضَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۗوَمَنْ يُّكْرِهْهُّنَّ فَاِنَّ اللّٰهَ مِنْۢ بَعْدِ اِكْرَاهِهِنَّ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Dan orang-orang yang tidak mampu menikah hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sampai Allah memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan jika hamba sahaya yang kamu miliki menginginkan perjanjian (kebebasan), hendaklah kamu buat perjanjian kepada mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa hamba sahaya perempuanmu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri menginginkan kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan kehidupan duniawi. Barangsiapa memaksa mereka, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang (kepada mereka) setelah mereka dipaksa.

(QS. An-Nur ayat 33)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement