Rabu 08 May 2024 13:26 WIB

Bukan Hanya Cagar Budaya, Ini Harapan Erick untuk Candi Borobudur

Candi Borobudur memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata ziarah.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Ahmad Fikri Noor
Para biksu Budha di Candi Borobudur.
Foto: AP Photo/Slamet Riyadi
Para biksu Budha di Candi Borobudur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Holding BUMN pariwisata dan pendukung atau InJourney melakukan repositioning Candi Borobudur menjadi bukan sekadar cagar budaya, melainkan juga sebagai destinasi spriritual. Direktur Pemasaran dan Program Pariwisata InJourney Maya Watono mengatakan Candi Borobudur memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata ziarah dunia mengingat menjadi candi Buddha terbesar di dunia.

Maya menyebut, perayaan Waisak 2024 pada 23 Mei 2024 merupakan momentum besar dalam memperkuat citra Candi Borobudur sebagai destinasi spriritual kelas dunia. Maya menyampaikan, repositioning Candi Borobudur juga sejalan dengan dukungan Menteri BUMN Erick Thohir dalam menonjolkan citra Candi Borobudur yang erat dengan nilai-nilai universal tentang kebajikan dan filosofi kehidupan yang terukir dalam relief dan arsitektur candi.

Baca Juga

"Menteri BUMN Erick Thohir dan Pak Wamen (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo mendukung agar Candi Borobudur tidak sebatas cagar budaya, tapi punya soul sebagai destinasi spiritual untuk umat Budha di seluruh dunia," ujar Maya saat jumpa pers terkait rangkaian peringatan Waisak di Candi Borobudur 2024 di Jakarta, Rabu (8/5/2024).

Maya menyampaikan repositioning Candi Borobudur juga mendapat dukungan penuh dari sejumlah kementerian terkait. Maya mengatakan kolaborasi sejumlah kementerian akan membentuk satu otoritas khusus untuk melakukan repositioning tersebut. 

"Dari kolaborasi lima kementerian menjadi satu otoritas manajemen, nanti ada Perpres yang akan keluar untuk bisa repositioning Candi Borobudur sebagai destinasi spiritual," ucap Maya. 

Maya mengatakan InJourney akan mengoptimalkan seluruh lini grup dalam menata ulang destinasi Candi Borobudur. InJourney, lanjut Maya, juga mendorong pembukaan rute penerbangan langsung dari Thailand, Vietnam, hingga Cina ke Bandara Internasional Yogyakarta untuk memudahkan umat Budha datang ke Candi Borobudur. 

"Kita mendorong destinasi spiritual dan pastinya pariwisata berkualitas yang juga mengedepankan nilai-nilai dari heritage, kultur, maupun spiritual," kata Maya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement