Kamis 12 Feb 2026 19:15 WIB

Jaecoo J7 SHS-P: Hybrid Buat yang Belum Siap Full EV

Penjualan mobil hybrid pada 2025 naik sekitar 10 persen dibanding tahun sebelumnya.

Unit Jaecoo J7 SHS-P Discover Edition di booth Jaecoo pada ajang IIMS 2026.
Foto: dok Jaecoo
Unit Jaecoo J7 SHS-P Discover Edition di booth Jaecoo pada ajang IIMS 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tren elektrifikasi kendaraan di Indonesia makin terasa dalam dua tahun terakhir. Pilihannya juga makin beragam, dari mobil listrik murni sampai plug-in hybrid (PHEV). Di tengah situasi itu, Jaecoo J7 SHS-P hadir sebagai salah satu opsi hybrid yang mencoba menjembatani peralihan konsumen dari mobil ICE ke BEV.

Data wholesales GAIKINDO mencatat penjualan mobil hybrid sepanjang 2025 naik sekitar 10 persen dibanding tahun sebelumnya. Totalnya hampir 66 ribu unit, dengan kontribusi 8,2 persen terhadap penjualan nasional. Produksi hybrid lokal bahkan meningkat sekitar 30 persen. Angka ini menunjukkan teknologi hybrid makin diterima sebagai solusi transisi menuju elektrifikasi penuh.

Baca Juga

Jaecoo J7 SHS-P sendiri mengusung teknologi Super Hybrid System (SHS). Sistem ini dirancang untuk menjawab kekhawatiran umum pada PHEV, terutama soal performa yang biasanya menurun saat baterai melemah.

Pada model ini, tenaga diklaim tetap stabil meski kapasitas baterai berada di bawah 20 persen, sehingga karakter berkendaranya tetap konsisten untuk dalam kota maupun perjalanan jarak jauh.

“Kami melihat hybrid sebagai opsi strategis bagi konsumen yang menginginkan efisiensi dan elektrifikasi tanpa harus sepenuhnya bergantung pada infrastruktur pengisian daya,” kata Business Unit Director Jaecoo Indonesia Jim Ma.

Dari sisi penggerak, mesin bensinnya menghasilkan maksimum power 140 Hp dengan torsi 215 Nm. Motor listriknya menyumbang daya puncak 201 Hp dan torsi 310 Nm. Kombinasi ini membuat akselerasi terasa responsif, sekaligus tetap efisien. Sistem plug-in hybrid-nya juga mendukung tenaga pengisian hingga 105 kW dan motor listrik 150 kW.

Soal jarak tempuh, Jaecoo J7 SHS-P menawarkan mode listrik murni hingga 100 km berdasarkan pengujian NEDC. Sementara jarak tempuh gabungan diklaim mencapai 1.377 km (NEDC). Angka ini cukup relevan untuk karakter mobilitas di Indonesia yang sering memadukan rute harian perkotaan dan perjalanan antarkota.

Secara global, model ini menjadi salah satu tulang punggung penjualan Jaecoo di segmen kendaraan energi baru. Di Inggris, J7 SHS-P sempat menembus jajaran PHEV terlaris dan masuk posisi model terlaris kedua dalam periode penjualan terbaru.

Secara keseluruhan, lini kendaraan energi baru Jaecoo tumbuh lebih dari 601,56 persen secara tahunan pada 2025, dengan total penjualan global melampaui 200 ribu unit.

Di Indonesia, Jaecoo menghadirkan J7 SHS-P bersama J5 EV dan J8 SHS-P ARDIS di ajang IIMS 2026, Hall B3 JIExpo Kemayoran. Pengunjung bisa mencoba langsung di area test drive untuk merasakan performa sistem hybrid yang ditawarkan. 

SUV premium elektrifikasi ini hadir mengandalkan jaringan 25 dealer yang sudah beroperasi di berbagai kota dengan target ekspansi hingga 80 dealer pada akhir 2026.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement