Sabtu 04 May 2024 07:38 WIB

Efisiensi Energi dan Keberlanjutan, Pupuk Kaltim Perbarui Pabrik Tertua 

Pabrik tertua Pupuk Kaltim yang telah beroperasi sejak 1984 ini akan diperbarui.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Gita Amanda
Pupuk Kaltim memulai proses pembaruan pabrik tertuanya. (ilustrasi)
Pupuk Kaltim memulai proses pembaruan pabrik tertuanya. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) memulai proses pembaruan (revamping) pabrik tertuanya dengan melaksanakan pemasangan first pilling atau tiang pancang perdana di Bontang, Kalimantan Timur, pada Jumat (3/5/2024). Direktur Utama Pupuk Kaltim Budi Wahju Soesilo mengatakan revamping pabrik merupakan komitmen dan inisiatif perusahaan dalam memimpin transformasi hijau industri pupuk dan petrokimia Indonesia. 

"Pabrik tertua Pupuk Kaltim yang telah beroperasi sejak 1984 ini akan diperbarui demi meningkatkan efisiensi energi dalam operasional pabrik, menciptakan produk yang lebih kompetitif, serta berkontribusi pada program dekarbonisasi pemerintah," ujar Soesilo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (4/5/2024).

Baca Juga

Soesilo mengatakan proyek dengan target selesai akhir 2025 ini menggandeng PT Tripatra Engineers & Constructors selaku kontraktor Engineering, Procurement and Construction (EPC). Soesilo menyampaikan proses revamping dimulai dengan penandatanganan kontrak pada 1 November 2023 dilanjutkan dengan pemasangan tiang pancang perdana dan penandatanganan komitmen keselamatan. 

"Kedua proses ini momen yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan proyek. Tiang pancang dalam first piling ini akan menopang struktur atau peralatan yang berada di atasnya, komitmen kami terhadap keselamatan juga harus menjadi landasan," ucap Soesilo. 

Bagi Pupuk Kaltim, lanjut Soesilo, keselamatan bukan sekadar persyaratan, melainkan nilai fundamental perusahaan.   Soesilo menekankan aspek keselamatan menjadi landasan operasi yang memandu setiap keputusan dan tindakan, baik sebagai pemilik, kontraktor, subkontraktor atau pun pekerja di lapangan.

"Semua memiliki tanggung jawab bersama untuk memprioritaskan keselamatan di atas segalanya," sambung Soesilo. 

Sebagai salah satu bentuk aktivitas revamping, ucap Soesilo, Pupuk Kaltim juga akan melakukan penambahan alat dan pembaruan atau modifikasi untuk alat yang sudah ada. Soesilo berharap hal ini dapat meningkatkan daya saing produk amonia dan urea eksisting Pupuk Kaltim sehingga tidak hanya dapat melahirkan produk berkualitas untuk mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga mampu bersaing di pasar global. 

"Jika sudah beroperasi penuh setelah revamping, pabrik 2 ini diperkirakan bisa meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi konsumsi gas yang berdampak pada penurunan emisi CO2," ujar Soesilo. 

Nantinya, lanjut dia, Pabrik 2 juga dapat menurunkan konsumsi energi sebesar 4 MMBtu per ton amonia, sehingga turut menekan emisi CO2 setara dengan penurunan emisi sebesar 110 ribu ton CO2 per tahun. Aelain revamping Pabrik 2 ini, Pupuk Kaltim terus gencar menggagas berbagai inisiatif untuk mendukung pencapaian target dekarbonisasi melalui beberapa program. 

"Mulai dari pembangunan pabrik soda ash, community forest (program penanaman pohon dengan melibatkan masyarakat dan pemerintah), hingga pemanfaatan sumber-sumber energi terbarukan, salah satunya dengan penjajakan teknologi clean ammonia," ungkap Soesilo. 

Soesilo mengatakan upaya dekarbonisasi ini menargetkan penurunan emisi karbon sebanyak 32 persen di 2030 sebagai bentuk dukungan program pemerintah untuk mencapai Net Zero Emission. Untuk itu, Soesilo menyebut first piling dan seremoni komitmen keselamatan tak hanya menandai awal dari upaya konstruksi proyek revamping, melainkan bentuk komitmen perusahaan terhadap aspek keselamatan dan keberlanjutan.

"Kami memohon doa dan dukungan agar seluruh proses pembangunan berjalan lancar dan selamat, sehingga Pupuk Kaltim bisa terus berinovasi dan melahirkan produk berkualitas dan berkelanjutan, seturut dengan peran kami sebagai pelopor transformasi hijau industri di Indonesia," kata Soesilo.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement