Sabtu 27 Apr 2024 22:37 WIB

Pemda Diminta Gandeng Investor Besar untuk Dongkrak Pertumbuhan UMKM

Salah satu masalah dalam pengembangan UMKM di Indonesia adalah ketersediaan modal.

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fathan Subchi meminta pemda memfasilitasi kerja sama investor besar dengan pelaku UMKM, di sela kegiatan Central Java Investment Bussiness Forum (CJIBF) dan UMKM Gayeng, di Semarang, Sabtu (27/4/2024).
Foto: Dok Istimewa
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fathan Subchi meminta pemda memfasilitasi kerja sama investor besar dengan pelaku UMKM, di sela kegiatan Central Java Investment Bussiness Forum (CJIBF) dan UMKM Gayeng, di Semarang, Sabtu (27/4/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG – Salah satu masalah besar dalam pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia adalah ketersediaan modal. Pemerintah daerah (pemda) pun diminta lebih giat menggandeng investor besar dan memfasilitasi kerja sama dengan pelaku UMKM di wilayah masing-masing. 

“Sektor UMKM seringkali stagnan karena terbatasnya ketersediaan modal. Maka pemerintah daerah bisa mengambil inisiatif untuk memfasilitasi kerja sama pelaku UMKM dengan investor besar, baik melalui kebijakan maupun program,” ujar Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fathan Subchi di sela kegiatan Central Java Investment Bussiness Forum (CJIBF) dan UMKM Gayeng, di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (27/4/2023). 

Baca Juga

Dalam keterangan tertulisnya Fathan menjelaskan, UMKM memiliki peran penting dalam menopang perekonominan nasional. Menurutnya, sektor UMKM memberikan sumbangan signifikan bagi pembentukan domestik bruto dan penyerapan tenaga kerja.

“Saat ini jika melihat data dari Kemenkop dan UKM, kontribusi UMKM terhadap PDP mencapai 60,5 persen. Sedangkan di sektor ketenagakerjaan UMKM mampu menyerap 96,9 persen dari total tenaga kerja nasional,” katanya. 

Dari tahun ke tahun, kata Fathan, sektor UMKM juga memiliki ketahanan ekonomi tinggi. UMKM mampu menjadi penopang stabilitias sistem keuangan di tengah berbagai guncangan ekonomi yang kerap melanda dunia. 

“Di saat situasi krisis, UMKM kerap menjadi /buffer/ ekonomi nasional. Maka sudah seharusnya jika kebijakan pemerintah terus difokuskan untuk mendorong pertumbuhan UMKM,” katanya. 

Saat ini, kata Fathan, selain persoalan modal sektor UMKM juga sulit berkembang karena minimnya inovasi yang mereka miliki. Sebagian besar UMKM enggan melakukan eksperimen dan menciptakan inovasi untuk mengembangkan usaha.

“Sektor UMKM juga dikelola secara tradisional tanpa adanya perhitungan matang dalam penentuan harga dan strategi pemasaran. Maka forum-forum seperti Central Java Investment Bussiness Forum sebagai media promosi investasi yang terintegrasi memiliki relevansinya,” katanya. 

Politikus PKB ini pun berharap CJIBF sebagai media promosi investasi terintegrasi tidak berhenti sebatas event saja. Tetapi ditindaklanjuti dengan adanya berbagai kerja sama konkret antara investor dan pelaku UMKM sehingga mendorong pertumbuhan sektor tersebut utamanya di wilayah Jawa Tengah. 

“Jawa Tengah memiliki potensi besar di sektor UMKM mulai dari potensi perikanannya, kerajinan berbasis kayu, hingga potensi di sektor pariwisata alam maupun budaya yang luar biasa. Jika potensi ini berkembang maka kami yakin akan mendongkrak potensi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah,” ujar dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement