Senin 15 Apr 2024 07:30 WIB

Pengamat: Kesadaran Budaya K3 Semakin Meningkat di Indonesia

Hal itu seiring semakin banyak perusahaan menerapkan K3 sesuai standar.

Seorang karyawan berjalan di areal pabrik salah satu perusahaan smelter nikel di Kecamatan Morosi, Konawe, Sulawesi Tenggara, Sabtu (26/11/2022).
Foto: ANTARA FOTO/Jojon
Seorang karyawan berjalan di areal pabrik salah satu perusahaan smelter nikel di Kecamatan Morosi, Konawe, Sulawesi Tenggara, Sabtu (26/11/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat ketenagakerjaan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Tadjuddin Noer Effendi, menilai kesadaran terhadap kesehatan dan keselamatan kerja (K3) semakin meningkat di Indonesia. Hal tersebut seiring dengan semakin banyak perusahaan menerapkan K3 sesuai dengan standar.

"Menurut hemat saya ada kemajuan dalam artian ada kesadaran perusahaan, terutama perusahaan-perusahaan yang bisa dikatakan sudah mapan itu, kesadaran untuk menerapkan K3 di perusahaannya sudah ada kemajuan," kata Tadjuddin, dilansir ANTARA.

Baca Juga

Akademisi UGM itu, mengatakan, peningkatan sudah mulai terasa jika dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya. Terutama perusahaan-perusahaan dalam kategori mapan yang memiliki perhatian khusus terhadap keselamatan dan kesehatan para pekerjanya. Mereka dengan menyediakan alat perlindungan sesuai standar.

Namun, dia juga menyoroti masih terjadi kecelakaan kerja yang cukup menyita perhatian dalam beberapa waktu terakhir. Terutama dialami para pekerja di sektor yang memiliki tingkat bahaya cukup tinggi, termasuk sektor pertambangan.

Pengawasan oleh pihak-pihak terkait, termasuk Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), perlu semakin ditingkatkan. Pengawasan tersebut untuk menghindari kecelakaan kerja yang memakan korban jiwa. Seperti ledakan smelter yang memakan korban jiwa 20 orang di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah pada Desember 2023.

 

 

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement