Sabtu 13 Apr 2024 20:49 WIB

BPH Migas Pastikan Stok Avtur di Bandara Soekarno Hatta Aman Saat Arus Balik

Pertamina juga melakukan digitalisasi dalam melakukan refueling.

Petugas mengisi bahan bakar avtur ke pesawat. (Ilustrasi)
Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Petugas mengisi bahan bakar avtur ke pesawat. (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan stok bahan bakar avtur di Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, dalam kondisi aman saat arus balik Lebaran 2024.

"Ketersediaan avtur menjadi komponen penting untuk menjamin kelancaran arus balik masyarakat yang menggunakan pesawat. Hal ini (ketersediaan avtur) terkait dengan pelayanan kepada maskapai, sehingga BPH Migas memastikan distribusinya lancar dan tidak berkendala," ungkap Anggota Komite BPH Migas Yapit Sapta Putra dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (13/4/2024).

Baca Juga

Yapit melakukan pemantauan ke PT Pertamina Patra Niaga Soekarno Hatta Aviation Fuel Terminal and Hydrant Installation (SHAFTHI) atau DPPU Bandara Soetta pada Kamis (11/4/2024) untuk memastikan ketersediaan Avtur saat periode arus balik pada 14-16 April 2024.

Yapit menjelaskan langkah-langkah antisipasi juga telah dilaksanakan oleh DPPU Soekarno Hatta, yaitu dengan melakukan monitoring dan maintenance pada sarana dan fasilitas, melakukan monitoring terhadap ketahanan stok yang dimiliki, baik realisasi maupun untuk perencanaan, serta melakukan pengawasan mutu produk Avtur dengan melakukan quality control harian rutin.

"Kita berikan apresiasi yang setinggi-tingginya bagi rekan-rekan Pertamina, khususnya di DPPU Soekarno Hatta, yang terus menjalankan tugasnya melayani masyarakat agar proses mudiknya berjalan lancar dengan mengorbankan waktu bersama keluarga," sebutnya.

Sementara itu, Manajer SHAFTHI Ridwan menjelaskan pihaknya juga menyuplai avtur ke bandara lain yakni Halim Perdana Kusuma (Jakarta), Husein Sastranegara (Bandung), Pondok Cabe (Tangerang), serta Kertajati (Majalengka, Jabar).

Pertamina juga melakukan digitalisasi dalam melakukan refueling atau digital ground operation (DGO), aplikasi berbasis digital yang digunakan operator dengan menggunakan gawai.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement