Ahad 24 Mar 2024 21:39 WIB

Bapanas Bagikan Bantuan Pangan ke Masyarakat Terdampak Banjir di Demak 

Banjir Demak membuat Bapanas ketar-ketir karena penghasil padi di Jawa Tengah.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Fuji Pratiwi
Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi (tengah)
Foto: Republika/Fauziah Mursid
Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi (tengah)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) bersama stakeholder menyalurkan bantuan pangan untuk masyarakat terdampak banjir di Demak.

Bantuan yang dibagikan pada Ahad (24/3/2024) yakni 35,5 ton beras, pangan segar, dan pangan olahan dengan dengan total senilai Rp 581 juta.

Baca Juga

"Supaya bisa dimanfaatkan di sini. Sengaja saya bawa banyak pihak terkait pangan kesini, jadi supaya pangan di sini tidak boleh kurang sama sekali, pangan harus ada terus. Mudah-mudahan bisa membantu sedulur yang ada di Demak," kata Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi di SD Negeri 3 Ngaluran, Kecamatan Karanganyar, dikutip dari siaran persnya.

Arief menyampaikan, banjir yang melanda wilayah Demak dan sekitarnya, turut membuat Bapanas ketar-ketir. Hal ini mengingat Demak termasuk daerah penghasil beras di Jawa Tengah.

Menurut data dari Pemerintah Kabupaten Demak, sebanyak 10 kecamatan dan 71 desa yang terdampak bencana banjir. Sementara, sebanyak 91 ribu jiwa merupakan masyarakat yang terdampak. Di samping itu, lahan sawah yang terendam banjir mencapai 7.235 hektar dan 529 hektar tambak ikan.

"Jadi kalau kemarin ada banjir disini, yang ketar-ketir itu bukan Bapak Ibu yang di sini saja, yang ketar-ketir itu juga Kepala Badan Pangan Nasional. Ketar-ketir karena salah satu sumber terbaik untuk padi dan beras itu dari Kabupaten Demak. Kemarin itu harga beras tinggi, begitu Demak panen, harganya langsung baik," ujar Arief.

"Jadi sekali lagi matur nuwun Bapak Ibu sedulur tani yang ada di Demak tentunya. Ini adalah rasa sayang kami semua kepada sedulur-sedulur di Demak. Kita prihatin terhadap bencana banjir ini dan tadi bersama Bapak Gubernur dan Ibu Bupati kita titip tanda sayang kita dari para penggerak di bidang pangan. Ini untuk bisa sedikit berbagi kepada saudara-saudara di sini," tambah Arief.

Dalam penyaluran bantuan ini, sejumlah pemangku kepentingan yang terlibat sebagai mitra donatur antara lain Perum Bulog dan ID FOOD melalui PT Perusahaan Perdagangan Indonesia dan PT Berdikari, PT BRI, dan PT Bank Mandiri. Kemudian pihak swasta yang turut serta antara lain PT Charoen Pokphand Indonesia, PT Japfa Comfeed, PT Wilmar, Arummi, PT Suntory Garuda Beverage, PT Garuda Food, PT Tirta Investama, dan PT Pusan Manis Mulia. 

Dari asosiasi dan komunitas yang turut mendukung antara lain Scholars of Sustenance (SOS), Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi) DKI Jakarta/Pasar Induk Beras Cipinang, Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Petelur Nasional, dan Pasar Induk Tanah Tinggi Tangerang (Paskomnas).

"Kemudian, paralel dengan ini, menyambung perintah dari Bapak Presiden, untuk bantuan pangan beras tetap dijalankan sampai Juni, termasuk kepada 35 ribu KPM (Keluarga Penerima Manfaat) di wilayah ini. Jadi 35 ribu KPM di wilayah ini juga akan mendapatkan bantuan pangan beras, 1 keluarga itu beras 10 kilogram sampai dengan Juni. Itu perintahnya Bapak Presiden Jokowi kemarin," kata Arief.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement