Jumat 22 Mar 2024 02:45 WIB

Perabot Rumah Tangga Indonesia Cetak Transaksi Rp 133 Miliar di Amerika Serikat

Perabot asal Indonesia paling diminati adalah peralatan makan dari kayu.

Perajin menata mangkok dari kayu sebelum  dikirim ke sejumlah daerah di Batu, Jawa Timur, Jumat (28/5/2021).
Foto: ANTARA/Ari Bowo Sucipto
Perajin menata mangkok dari kayu sebelum dikirim ke sejumlah daerah di Batu, Jawa Timur, Jumat (28/5/2021).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat produk alat rumah tangga Indonesia telah mencetak transaksi potensial sebesar 8,88 juta dolar AS atau sekitar Rp 133,19 miliar dalam pameran The Inspired Home Show (IHS) 2024. Pameran itu digelar pada 17–19 Maret 2024 di McCormick Place, Chicago, Amerika Serikat (AS).

Konsulat Jenderal Republik Indonesia Chicago Listyowati mengatakan, nilai ini naik tiga kali lipat dibanding capaian transaksi pada partisipasi tahun sebelumnya.

Baca Juga

"Diharapkan pameran IHS kali ini dapat dimanfaatkan maksimal untuk mengenal pasar AS. Juga memperluas jejaring sehingga dapat memasarkan dan membangun citra produk Indonesia berkualitas," ujar Listyowati melalui keterangan di Jakarta, kemarin.

Paviliun Indonesia menghadirkan delapan perusahaan yang memamerkan produk-produk perlengkapan dan peralatan rumah tangga. Mulai dari perabot berkualitas dan bernilai tambah, ramah lingkungan, daur ulang (recycle), produk berkelanjutan, dan produk-produk dengan inovasi-inovasi baru.

Lebih dari 100 perusahaan ritel mengunjungi Paviliun Indonesia selama penyelenggaraan pameran. Tahun ini, para pembeli potensial lebih bervariasi. Selain dari AS, Paviliun Indonesia dikunjungi pembeli dari Kanada, Meksiko, Brasil, Argentina, Panama, Peru, Inggris, Jerman, Persatuan Emirat Arab (PEA), India, Korea Selatan, China, Spanyol, Italia, Australia, Ekuador, Republik Ceko, Belanda, dan Peru.

Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Chicago Iska Huberta Sinurat mengatakan, produk paling diminati adalah peralatan makan dari kayu, barang pecah belah, dekorasi rumah dan yang bernilai tambah unik, produk daur ulang, serta produk ramah lingkungan.

Menurut Iska, partisipasi pada pameran tahun ini adalah kesempatan bagi Indonesia mengambil pangsa impor AS dari China. Saat ini, AS mengenakan tarif lebih tinggi untuk beberapa produk dari China.

"Hal ini ditunjukkan dengan besarnya jumlah importir/buyer Paviliun Indonesia yang ingin memindahkan sentra produksinya ke Indonesia. ITPC Chicago juga mendapat permintaan untuk produsen-produsen produk lainnya dari Indonesia untuk tujuan serupa," kata Iska.

Iska mengungkapkan, selama tiga hari penyelenggaraan HIS 2024, Paviliun Indonesia mencatatkan transaksi dagang sebesar 8,88 juta dolar AS dan berpotensi hingga mencapai 37,15 juta dolar AS atau senilai Rp 557,18 miliar dalam setahun.

Berdasarkan data Global Trade Atlas-S&P Global, pada 2023 nilai impor AS untuk produk peralatan rumah tangga dari dunia sebesar 455 miliar dolar AS, turun 2,25 persen dari 2022. Untuk sektor tersebut, ekspor Indonesia ke AS tercatat sebesar 7,4 miliar dolar AS.

"Dari data tersebut dapat dilihat peluang produk Indonesia untuk memenuhi pasar produk peralatan rumah tangga AS masih terbuka lebar. Kondisi ini juga didukung hubungan perdagangan AS dan Tiongkok yang dapat menguntungkan Indonesia," kata Iska.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement