Kamis 14 Mar 2024 04:40 WIB

Bapanas Jaga Harga GKP Petani Ketika Panen Padi

Panen buat pasokan padi naik sehingga harga beras di hulu akan mulai terkoreksi.

Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi saat hadir di Rakornas Penanganan Kerawanan Pangan dan Gizi di Depok, Jawa Barat.
Foto: Republika/Fauziah Mursid
Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi saat hadir di Rakornas Penanganan Kerawanan Pangan dan Gizi di Depok, Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pangan Nasional (Bapanas) menjaga harga Gabah Kering Panen atau GKP di tingkat petani ketika panen padi.

"Kita harus menjaga agar harga di tingkat petani jangan sampai terlalu jatuh juga," ujar Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi di Jakarta, Rabu (13/3/2024).

Baca Juga

Arief mengatakan bahwa sebenarnya ini merupakan pilihan, kalau harga GKP Rp 8.000 maka petani senang tetapi harga beras di konsumen mencapai Rp16.000 per kg. Namun, sekarang ketika panennya banyak maka harga GKP harus dijaga sebab otomatis harga di hilir terkoreksi.

Bapanas sendiri sudah memberlakukan sementara relaksasi harga eceran tertinggi (HET) beras premium diimplementasikan guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di tingkat konsumen selama Ramadhan 1445 Hijriah.

Relaksasi harga eceran tertinggi (HET) beras premium yang diberlakukan sementara mulai 10 Maret sampai 23 Maret, beras di pasar modern dan tradisional sudah muncul. "Jadi salah satu fungsi relaksasi itu sebenarnya yang kemarin perolehan harga gabahnya di atas Rp 8.000–Rp 9.000 per kg bisa mengeluarkan berasnya," kata Arief.

Hal ini dikarenakan beberapa waktu lalu harga Gabah Kering Panen (GKP) di atas Rp 8.000 per kg, sehingga ada yang harga perolehannya memang sudah tinggi.

"Kemudian dikasih relaksasi selama dua pekan untuk last order sekitar 1,2 juta–1,3 juta ton beras sudah benar. Nantinya akan kembali lagi ke HET," ujar Arief.

Namun, lanjutnya, untuk beras-beras yang dari Food Station, BUMD DKI Jakarta yang sudah diberi beras premium maka HET tetap Rp 13.900 per kg.

"Jadi kalau di pasar modern berasnya Food Station itu harganya Rp 13.900 per kg. Kemudian berasnya penggiling padi yang sudah dikasih dari 200 ribu ton beras komersial Bulog itu harganya juga Rp 13.900 per kg. Tapi untuk yang kemarin belum mendapat dan diambil dengan harga GKP di atas Rp 8.000 per kg, ini kita berikan relaksasi. Fair kan," kata Arief.

Arief mengatakan, relaksasi tersebut dilakukan bersama-sama, diharapkan seiring berjalannya waktu di mana Maret-April panen padinya mulai banyak. Dengan begitu, panen mulai banyak maka harganya terkoreksi.

 

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement