Ahad 03 Mar 2024 03:23 WIB

Garuda Indonesia akan Tambah Frekuensi Penerbangan Internasional

Tambahan penerbangan internasional Garuda akan berbasis di Jakarta dan Denpasar.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Fuji Pratiwi
Sejumlah pesawat milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia.
Foto: ANTARA/HO-PT Garuda Indonesia (Persero)
Sejumlah pesawat milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Maskapai Garuda Indonesia mulai melakukaj penambahan frekuensi penerbangan. Hal tersebut dilakukan untuk mendukung upaya pertumbuhan industri pariwisata nasional dengan mengoptimalkan kinerja operasional.

Tambahan penerbangan internasional melalui dua hub penerbangan Indonesia yaitu Jakarta dan Denpasar. Garuda berencana membuka penambahan frekuensi akses penerbangan langsung dari Sydney, Melbourne, Seoul, dan Haneda yang dilaksanakan secara bertahap mulai akhir Maret 2024," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam pernyataan tulis.

Baca Juga

Dia menjelaskan, peningkatan frekuensi tersebut akan dilaksanakan pada lima rute penerbangan internasional pulang pergi (PP). Kelima rute tersebut yaitu Sydney-Denpasar, Melbourne-Denpasar, Seoul-Jakarta, Seoul-Denpasar, dan Haneda (Tokyo)-Jakarta mulai 31 Maret 2024 mendatang.

"Garuda Indonesia akan mengoperasikan penerbangan antara Jakarta dan Tokyo sebanyak tujuh kali per pekan dari sebelumnya empat kali per pekan," kata Irfan.

Dia menambahkan, frekuensi pada empat rute lainnya akan dilaksanakan secara bertahap mulai Juli 2024. Layanan penerbangan pada rute Denpasar-Sydney akan dilayani sebanyak tujuh kali dari sebelumnya empat kali setiap pekan, Denpasar-Melbourne sebanyak tujuh kali dari sebelumnya empat setiap pekan, Jakarta-Seoul sebanyak lima kali ddari sebelumnya empat kali per pekan, dan Denpasar-Seoul sebanyak tujuh kali dari sebelumnya empat kali setiap pekan.

Irfan menegaskan, langkah tersebut selaras dengan fokus Perusahaan untuk terus bergerak semakin agile melalui optimalisasi revenue dari langkah pengembangan jaringan yang dijalankan secara prudent. "Hal itu sejalan dengan proyeksi upaya peningkatan alat produksi [erusahaan, di mana Garuda Indonesia akan menambah jumlah armadanya menjadi sekitar 80 pesawat pada akhir," ucap Irfan. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement