Rabu 28 Feb 2024 21:32 WIB

Mulai 1 Februari, GoTo Terima Komisi dari TikTok Tokopedia

Porsi kepemilikan GoTo di Tokopedia menjadi 24,99 persen.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Ahmad Fikri Noor
Kampanye Beli Lokal yang dilakukan Tiktok dan Tokopedia terlihat di Jakarta, Rabu (31/1/2024).
Foto: Dok Republika
Kampanye Beli Lokal yang dilakukan Tiktok dan Tokopedia terlihat di Jakarta, Rabu (31/1/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk mulai menerima komisi atau service fee dari Tokopedia pada 1 Februari 2024. Hal tersebut diungkapkan Direktur dan Chief Financial Officer GoTo Jacky Lo pada paparan publik yang digelar Rabu (28/2/2024).

Hal ini terjadi setelah TikTok resmi mengambil alih sebagian besar saham Tokopedia. Saat ini, dengan pencatatan tersebut, pada 2024 hasil dari lini bisnis e-commerce GoTo akan berubah positif setelah sebelumnya mencatat negatif Rp 2 triliun atau setara negatif 134 juta dolar AS selama 9 bulan 2023. 

Baca Juga

"Dengan potensi pertumbuhan lanskap e-commerce di Indonesia, kami mengharapkan e-commerce service fee yang kami terima setiap kuartal akan menjadi faktor pendorong untuk membuat bisnis kami semakin menguntungkan di masa depan," tutur Jacky.

Sebelumnya, pengambilalihan pengendali atas Tokopedia dari GoTo ke TikTok telah rampung pada 31 Januari lalu. Adapun, porsi kepemilikan GoTo di Tokopedia menjadi 24,99 persen dan 75,01 persen saham Tokopedia resmi dimiliki TikTok.  Dengan demikian, saham Tokopedia yang semula berjumlah 12,72 juta bertambah menjadi 50,91 juta. Tiktok menyerap sebanyak 38,19 juta saham baru.

"Jika kami mencapai aspirasi kami menjadikan Tokopedia sebagai pelaku e-commerce terdepan di Indonesia, manfaat bagi GoTo akan lebih besar lagi," kata Jacky.

Sepanjang 2023, GoTo mencatatkan kinerja yamg positif. Capaian positif EBITDA yang disesuaikan pada kuartal keempat 2023 adalah pencapaian penting yang membuktikan keberhasilan perseroan dalam mengupayakan efisiensi kegiatan operasional seluruh unit bisnisnya. 

Sepanjang 2023, GoTo telah meluncurkan berbagai produk dan inovasi yang menyasar segmen konsumen yang memprioritaskan harga untuk memperluas jangkauan pasar. Produk tersebut diantaranya, GoCar Hemat, GoFood Mode Hemat,GoTransit, serta peluncuran aplikasi GoPay yang telah diunduh lebih dari 10 juta kali.

Perseroan akan terus mendorong peningkatan penggunaan produk-produk tersebut, sejalan dengan upaya untuk menjangkau pengguna baru. Perseroan juga berencana meningkatkan monetisasi dari produk-produk keuangan yang memiliki take rate lebih tinggi. 

Perseroan telah meluncurkan layanan GoPay Pinjam di aplikasi GoPay di September 2023 untuk meningkatkan jumlah pengguna baru di luar aplikasi Gojek dan Tokopedia. GoPay Pinjam menunjukkan kinerja yang solid, tercermin dari total pinjaman yang terus mengalami peningkatan dari kuartal keempat 2022 hingga kuartal ketiga 2023.

Selain itu, Perseroan bersama mitra strategisnya, Bank Jago juga telah meluncurkan layanan tabungan GoPay Tabungan by Jago yang menawarkan berbagai jenis rekening sesuai dengan kebutuhan pengguna, mulai dari pembayaran sehari-hari hingga menabung untuk masa depan.

Lebih lanjut, sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat fundamental bisnis, Perseroan juga akan terus mengelola beban usaha secara disiplin, termasuk beban infrastruktur dan pengembangan teknologi informasi, beban operasional tetap, serta insentif dan promosi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement