Ahad 25 Feb 2024 09:08 WIB

Mending Beli Mobil Baru atau Bekas? Pertimbangkan Plus Minus Ini

Membeli mobil baru atau bekas punya konsekuensi tersendiri.

Rep: Santi Sopia / Red: Friska Yolandha
Suasana pameran otomotif. Pertimbangkan hal ini saat membeli mobil baru ataupun bekas.
Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Suasana pameran otomotif. Pertimbangkan hal ini saat membeli mobil baru ataupun bekas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saat hendak membeli mobil, salah satu pertimbangannya adalah membeli baru atau bekas. Tentu setiap pilihan memiliki konsekuensi masing-masing.

Konsumen bisa membandingkan penawaran masing-masing pilihan. Berikut kelebihan dan kekurangan membeli bekas maupun baru, seperti dilansir dari laman CNBC, Ahad (25/2/2024).

Baca Juga

Pro dan Kontra Mobil Bekas

Mobil bekas mungkin tidak memiliki aroma mobil baru yang menyenangkan, tetapi dapat menghemat uang. Selain itu, depresiasi atau penyusutan nilai yang mengakibatkan penurunan harga saat dijual, lebih sedikit.

Kelebihan

Mobil bekas biasanya lebih terjangkau. Menurut Laporan Pasar Keuangan Otomotif Negara Experian dari Q3 2023, rata-rata pembayaran pinjaman bulanan untuk mobil baru adalah 726 dolar AS, dibandingkan dengan 533 dolar AS untuk mobil bekas. Meski demikian, suku bunga pinjaman untuk kendaraan bekas (11,35 persen), lebih tinggi dibandingkan suku bunga untuk mobil baru (7,03 persen)

Jika pembayaran bulanan merupakan faktor penting bagi pembeli, mobil bekas mungkin merupakan pilihan yang lebih baik. Selain itu, tentu saja harganya lebih rendah. 

Pengeluaran lain yang berpotensi menghemat pengeluaran adalah asuransi mobil. Umumnya, mengasuransikan kendaraan bekas lebih murah dibandingkan kendaraan baru, terutama jika mendapatkan asuransi komprehensif. Dengan meningkatnya tarif asuransi mobil, hal ini perlu diingat, terutama karena asuransi mobil merupakan biaya berkelanjutan.

Kendaraan adalah aset yang mengalami depresiasi, artinya cenderung kehilangan nilainya seiring berjalannya waktu. Menurut Kelley Blue Book, sebuah mobil baru kehilangan 20 persen nilainya pada tahun pertama setelah pembelian. 

Dalam lima tahun pertama, angka tersebut tumbuh menjadi 60 persen. Artinya konsumen bisa (secara teori) membeli mobil yang baru berumur satu tahun dan membayar hanya 80 persen dari harga aslinya.

Selanjutnya, tingkat penyusutan melambat setelah jarak tempuh kendaraan mencapai angka 100.000 mil. Depresiasi kendaraan adalah salah satu faktor paling berpengaruh yang mempengaruhi nilai jangka panjang sebuah mobil. Tingkat penyusutan yang tinggi dapat menyebabkan kehilangan banyak nilainya dengan cepat. Akibatnya, konsumen mungkin mendapatkan pinjaman terbalik, yang berarti akan berhutang lebih banyak daripada nilai mobil.

Kekurangan mobil bekas ada di halaman selanjutnya....

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement