Selasa 20 Feb 2024 22:21 WIB

NFA: Kesejahteraan Petani Picu Peningkatan Produksi

Tugas pemerintah ialah menyeimbangkan harga di petani dan di konsumen.

Petani memisahkan bulir padi yang baru dipanen dari kotoran dan potongan jerami, di Rancanumpang, Gedebage, Kota Bandung, Selasa (12/9/2023).
Foto: Edi Yusuf/Republika
Petani memisahkan bulir padi yang baru dipanen dari kotoran dan potongan jerami, di Rancanumpang, Gedebage, Kota Bandung, Selasa (12/9/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) atau National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi menyatakan, pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap nilai tukar petani (NTP) sebagai indikator kesejahteraan petani. Dengan peningkatan NTP, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani dan mendorong produktivitas pertanian yang lebih tinggi.

Tugas pemerintah, lanjutnya, ialah menyeimbangkan. Tetap membuat harga di petani baik sekaligus memastikan harga di hilirnya tetap terjangkau masyarakat. "Karena di hilir itu ada 270 juta jiwa penduduk Indonesia yang memang memerlukan beras dengan harga yang baik," kata Arief di sela menghadiri Seminar Nasional Hasil Riset Penguatan Faktor Input Pertanian dan Reformasi Tata Niaga Pupuk untuk Ketahanan Pangan dan Keberlanjutan Usaha Pertanian di Jakarta, Selasa (20/2/2024).

Baca Juga

NFA memperkirakan potensi panen raya padi pada Maret 2024 akan mencapai lebih dari 3,5 juta ton. Produksi itu mampu memenuhi kebutuhan pangan nasional dan menekan harga beras di pasaran.

"Sekarang sudah mulai ada (panen) dan nanti yang diharapkan kalau khusus untuk padi beras di bulan Maret itu di atas 3,5 juta ton," kata Arief.

 

 

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement