Sabtu 17 Feb 2024 11:39 WIB

Mobil listrik Terbakar Saat Pengisian Daya, Edukasi Keamanan Perlu Ditingkatkan

Api kemungkinan besar berasal dari korsleting di dekat soket pengisi daya mobil.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Friska Yolandha
Ilustrasi pengisian mobil listrik.
Foto: EPA-EFE/STEPHANIE LECOCQ
Ilustrasi pengisian mobil listrik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah kendaraan listrik (EV) buatan Cina terbakar di sebuah stasiun pengisian daya di Hong Kong pada Januari 2024. Kejadian ini memicu kekhawatiran mengenai keamanan mobil-mobil listrik dan mendorong seruan-seruan untuk memberikan edukasi yang lebih baik mengenai potensi risiko-risiko. 

Dilansir Auto Journal, Jumat (16/2/2024), seorang wanita berusia 53 tahun lolos dari potensi ledakan ketika mobil listrik miliknya terbakar saat mengisi daya di sebuah stasiun di Kowloon Bay, Hong Kong. Seruan untuk meningkatkan edukasi keselamatan bagi para pemilik kendaraan listrik semakin intensif. 

Baca Juga

Sebuah investigasi di lokasi oleh Departemen Pelayanan Listrik dan Mekanik mengungkapkan bahwa api kemungkinan besar berasal dari korsleting di dekat soket pengisi daya mobil. Operator stasiun telah menerima pemberitahuan perbaikan untuk pemeriksaan instalasi listrik. 

Produsen mobil listrik BYD mengakui kejadian tersebut sebagai korsleting pengisi daya berdasarkan penilaian di lokasi. Perusahaan berjanji bekerja sama dengan semua pihak yang terlibat dan menekankan pentingnya langkah-langkah keselamatan. 

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement