Selasa 13 Feb 2024 11:31 WIB

Libur Panjang, ASDP Layani Lebih dari 162 Ribu Penumpang

Puncak arus penyeberangan pada Kamis (8/2/2024) dengan total hampir 40 ribu penumpang

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Fuji Pratiwi
Sejumlah penumpang berada diatas kapal feri yang akan menuju Pulau Sumbawa dari Pelabuhan Kayangan, Selong, Lombok Timur, NTB, Senin (30/10/2023).
Foto: Antara/Ahmad Subaidi
Sejumlah penumpang berada diatas kapal feri yang akan menuju Pulau Sumbawa dari Pelabuhan Kayangan, Selong, Lombok Timur, NTB, Senin (30/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) ​​​​menyeberangkan total 162.554 penumpang dan 39.552 unit kendaraan dari Pelabuhan Merak, Banten, menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung selama libur panjang akhir pekan periode 7-11 Februari 2024. Periode libur tersebut bertepatan dengan peringatan Isra Miraj dan Tahun Baru Imlek.

"Terjadi puncak arus penyeberangan pada periode Kamis (8/2/2024) dengan total penumpang mencapai 39.599 orang dan untuk arus kendaraan tercatat pada periode yang sama mencapai 10.401 unit," kata Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin

Baca Juga

Sebaliknya, puncak arus balik di Pelabuhan Bakauheni terjadi pada Ahad (11/2/2024) dengan total penumpang yang menyeberang dari Sumatra ke Jawa mencapai 42.474 orang. Angka tersebut naik 182 persen dibandingkan periode sebelumnya dan 11.431 unit kendaraan atau naik 171 persen dibandingkan periode sebelumnya.

"Kenaikan yang cukup signifikan ini bisa terjadi karena pada tanggal yang sama pada 2023 tidak terjadi libur panjang," kata Shelvy. 

 

Pengamatan di lapangan, dia menyebut layanan dan operasional berjalan dengan lancar dan aman. Dilaporkan langsung dari tim posko lapangan, tidak terjadi antrram signifikan di pelabuhan selama arus berangkat dan balik pada periode tersebut.

Shelvy menambahkan ASDP sudah mempersiapkan layanan penyeberangan kapal ferry selama periode libur panjang Isra Miraj dan Imlek tersebut dengan baik sejak jauh hari sebelumnya. Data ASDP mencatat total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatra sebanyak 162.554 orang yang terdiri atas pejalan kaki 12.001 orang dan dalam kendaraan 150.553 orang.

Sementara, dari total 39.552 kendaraan yang diseberangkan dari Merak menuju Bakauheni, terdiri atas roda dia sebanyak 7.736 kendaraan dan roda empat sebanyak 18.827 kendaraan. Lalu bus sebanyak 1.329 kendaraan dan truk 11.660 kendaraan.

Shelvy juga mengatakan dibandingkan tanggal yang sama tahun sebelumnya, tercatat kenaikan tertinggi jumlah penumpang pejalan kaki terjadi pada 8 Februari 2024 dengan kenaikan 209 persen dari 988 orang menjadi 3.056 orang. Sementara, untuk penumpang dalam kendaraan, kenaikan tertinggi terjadi pada 7 Februari 2024 yang naik 67 persen dibandingkan 7 Februari 2023 dari 21.951 orang menjadi 36.650 orang.

Pada periode yang sama untuk kendaraan, kenaikan tertinggi juga terjadi pada jenis kendaraan roda dua yang melonjak hingga 357 persen dari 485 unit menjadi 2.215 unit. Sementara itu roda empat tercatat naik 112 persen atau dari 2.230 menjadi 4.717 unit kendaraan serta bus naik 17 persen dari 210 menjadi 246 unit.

Dia menambahkan, total penumpang yang menyeberang dari Sumatra ke Jawa sebanyak 149.652 orang selama periode 7-11 Februari 2024. Total tersebut atas pejalan kaki 10.492 orang dan dalam kendaraan 139.160 orang.

Sementara, dari total 39.055 kendaraan yang diseberangkan dari Bakauheni menuju Merak terdiri atas roda dua sebanyak 6.488 kendaraan dan roda empat sebanyak 17.883 kendaraan. Lalu juga bus sebanyak 1.264 kendaraan dan truk 13.420 kendaraan.

Kenaikan tertinggi jumlah penumpang pejalan kaki terjadi pada 11 Februari 2024 dengan kenaikan 293 persen, "Kenaikan ini dari 1.269 orang menjadi 3.713 orang dan penumpang dalam kendaraan naik 175 persen dibandingkan 11 Februari 2023 dari 22.101 orang menjadi 38.761 orang," Shelvy.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement