REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat jumlah pengguna layanan tiket online Ferizy mencapai 3,50 juta pengguna pada awal 2026. Peningkatan ini tercatat setelah jumlah pengguna bertambah 61.980 orang dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 3,44 juta pengguna.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan penyeberangan berbasis digital. Menurut Heru, Ferizy kini menjadi fondasi penting dalam transformasi layanan penyeberangan nasional.
“Capaian ini menunjukkan Ferizy telah menjadi bagian dari perubahan besar layanan penyeberangan nasional. Bukan hanya sistem tiket digital, tetapi fondasi transformasi menyeluruh untuk menghadirkan layanan yang lebih tertib, modern, dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Heru dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (9/2/2026).
Sejalan dengan pertumbuhan pengguna, ASDP terus memperluas implementasi Ferizy yang saat ini telah beroperasi di 58 pelabuhan di seluruh Indonesia. Pada 2026, ASDP menargetkan penambahan layanan Ferizy di 10 pelabuhan lainnya.
Corporate Secretary ASDP Windy Andale menjelaskan, digitalisasi Ferizy memudahkan masyarakat melakukan pembelian tiket tanpa antre di pelabuhan. Tiket dapat diterima melalui WhatsApp maupun email, serta didukung berbagai metode pembayaran digital.
Lebih lanjut, Windy mengatakan, sistem digital ini membantu pengaturan arus kendaraan dan penumpang secara lebih terencana. Langkah tersebut dinilai penting untuk menekan potensi kepadatan, terutama menjelang Angkutan Lebaran 2026 yang diperkirakan mengalami lonjakan trafik.
Ferizy juga memungkinkan pemesanan tiket hingga H-60 sebelum keberangkatan. Sistem ini turut mendukung peningkatan ketepatan jadwal kapal, efisiensi operasional pelabuhan, serta keselamatan perjalanan melalui pengaturan trafik yang lebih terukur.
Dari sisi operasional, ASDP menyiapkan 75 kapal di lintasan Merak–Bakauheni, didukung penambahan Dermaga Express, peningkatan kapasitas dermaga Ciwandan, serta pelabuhan contingency. Sementara itu, di lintasan Ketapang–Gilimanuk, ASDP mengoperasikan 56 kapal, termasuk kapal berkapasitas besar untuk menjaga kelancaran arus penyeberangan.
“Melalui penguatan digitalisasi dan kesiapan operasional tersebut, ASDP menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan Ferizy sebagai platform layanan penyeberangan nasional yang andal, modern, dan berkelanjutan,” kata Windy.