Sabtu 03 Feb 2024 20:30 WIB

Pupuk Indonesia Dorong Penggunaan Pupuk Organik dan Inisiatif Kartini Tani

Pupuk organik memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan hasil pertanian.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Fuji Pratiwi
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi (paling kiri) dan Founder Benih Bibit Andy Noya (tengah) dalam peluncuran program Kartini Tani Indonesia di Kampung Agro Edu Wisata Organik Mulyaharja, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (3/2/2024).
Foto: Republika/Muhammad Nursyamsi
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi (paling kiri) dan Founder Benih Bibit Andy Noya (tengah) dalam peluncuran program Kartini Tani Indonesia di Kampung Agro Edu Wisata Organik Mulyaharja, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (3/2/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pupuk Indonesia (Persero) kembali menegaskan komitmen dalam mendukung pertanian berkelanjutan melalui berbagai upaya dan inisiatif.

Salah satunya dengan menggandeng Yayasan Benih Baik dalam membentuk inisiatif Kartini Tani Indonesia dalam rangka mendorong pemberdayaan perempuan di industri pertanian. Selain itu, Pupuk Indonesia juga senantiasa menyediakan berbagai produk pupuk organik dan hayati seperti Phonska Alam guna mendukung penerapan pertanian berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus menjadi rangkaian pada kegiatan HUT Perkumpulan Istri Karyawan (PIKA) Pupuk Indonesia Grup ke-8.

Baca Juga

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmat Pribadi, mengatakan penggunaan pupuk organik memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan hasil pertanian, baik dari segi kualitas maupun jumlah produksi. Selain itu, penggunaan pupuk organik juga memiliki efek mengurangi dampak pencemaran lingkungan, serta berperan dalam meningkatkan kesehatan lahan pertanian secara berkelanjutan.

"Pupuk Indonesia telah mengembangkan ekosistem produk berbasis organik dan hayati untuk mendukung pertanian berkelanjutan. Hal ini menjadi penting bagi penggunaan jangka panjang untuk menjaga kesehatan ekosistem pertanian secara keseluruhan. Sehingga, kami percaya bahwa dengan menyediakan berbagai pupuk organik bagi pertanian yang sehat, mampu mencapai ketahanan pangan Indonesia," ujar Rahmad saat menghadiri peluncuran program Kartini Tani Indonesia di Kampung Agro Edu Wisata Organik Mulyaharja, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (3/2/2024).

Rahmad mengatakan, Pupuk Indonesia bersama PIKA meninjau produk beras organik kelompok tani serta melakukan penaburan pupuk NPK Phonska Alam yang terbuat dari bahan-bahan mineral alam yang dapat digunakan dalam sistem pertanian organik secara seremonial bersama perwakilan Kartini Tani Desa Mulyaharja, Bogor. Pupuk NPK Phonska Alam ini memiliki kandungan hara N, P, dan K yang mudah larut, seimbang, dan terstandar sehingga kualitas terjamin.

Selain mendukung penggunaan pupuk organik,  Pupuk Indonesia mengajak perempuan terlibat secara lebih aktif ke dalam industri pertanian agar dapat meningkatkan keragaman perspektif dan ide dalam pengelolaan pertanian berkelanjutan.

Menurut data BPS 2023, jumlah petani perempuan Indonesia tercatat sebanyak 4,2 juta orang atau mencapai 14,4 persen dari total petani Indonesia sejumlah 29,3 juta orang. Jumlah ini dianggap bisa memberi dampak yang signifikan bila diberdayakan secara maksimal.

Itulah sebabnya inisiatif Kartini Tani Indonesia dirancang Pupuk Indonesia untuk memaksimalkan keterlibatan perempuan dalam aktivitas pertanian, baik dalam aspek on-farm maupun off-farm. Di samping itu, sektor  peternakan, perkebunan, pengembangan hortikultura, dan tanaman pangan, juga diharapkan dapat  berjalan lebih komprehensif.

"Inisiatif ini dirancang untuk memperkuat peran perempuan melalui langkah-langkah konkret yang mencakup penguatan kelembagaan, pengembangan agribisnis, peningkatan kompetensi, dan digitalisasi usaha pertanian secara berkelanjutan," ucap Rahmad.

Rahmad menyampaikan, Pupuk Indonesia akan melakukan implementasi program ini secara bertahap hingga Desember 2024 dengan membentuk Kartini Tani di berbagai daerah, memberikan usulan pengembangan usaha tani, mengadakan pelatihan on site, pendampingan usaha tani, jambore Kartini Tani, hingga melakukan evaluasi.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement