Senin 29 Jan 2024 22:25 WIB

Kinerja Angkutan Barang KAI 2023 Naik 10 Persen

KAI mengangkut sekitar 63,69 juta barang pada 2023.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha
KAI mengangkut sekitar 63,69 juta barang pada 2023.
Foto: Prayogi/Republika.
KAI mengangkut sekitar 63,69 juta barang pada 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau (KAI) mencatat peningkatan kinerja angkutan barang selama 2023. Pada periode tersebut, KAI mengangkut sekitar 63,69 juta barang atau meningkat 10 persen dibandingkan 2022 sekitar 58 juta ton barang.

“Meningkatnya angkutan barang KAI pada 2023 dikarenakan adanya peningkatan permintaan pangsa pasar terkait angkutan barang di Indonesia,” kata VP Public Relations KAI Joni Martinus dalam pernyataan tertulisnya, Senin (29/1/2024). 

Baca Juga

Dia menutukan, hal tersebut langsung dimanfaatkan dengan melakukan upaya penambahan perjalanan kereta api barang. Penambahan dilakukan dari 322 perjalanan KA Barang pada 2022 menjadi 328 KA pada 2023. 

Komoditas yang mengalami peningkatan tertinggi yaitu batu bara, naik 12 persen dari 45,4 juta ton menjadi 51,0 juta ton. Peningkatan juga terjadi pada angkutan retail, naik sembilan persen dari 208.980 ton menjadi 228.631 ton. 

 

“Tren positif pun terjadi pada komoditas lain seperti semen dan klinker, BBM, serta komoditas-komoditas lainnya,” tutur Joni. 

KAI melayani berbagai komoditas angkutan barang seperti peti kemas, batu bara, semen, BBM, perkebunan, pupuk, retail, dan lainnya. Angkutan barang menggunakan kereta api memiliki berbagai keunggulan seperti ketepatan waktu, keamanan, kapasitas besar, bebas pungutan liar, dan dikelola oleh SDM yang profesional.

“Kelebihan kereta api salah satunya adalah kapasitasnya yang sangat besar. Satu gerbong bisa mengangkut 50 ton atau seukuran dua truk kontainer,” ujar Joni. 

Bahkan, kata dia, satu rangkaian KA angkutan batu bara di Sumatra bagian selatan dapat menarik 60 gerbong atau tiga ribu ton sekaligus. Jika diangkut truk membutukan kurang lebih 120 truk.

Pada 2024, KAI menargetkan mengangkut 68,3 juta ton atau naik tujuh persen dibandingkan 2023. KAI akan terus berinovasi agar dapat meningkatkan volume dan kinerja angkutan barang menggunakan kereta api. 

“KAI akan terus mengembangkan sarana dan prasarana angkutan barang serta mencari potensi komoditas dan relasi angkutan barang baru,” ungkap Joni. 

Inovasi-inovasi lain angkutan barang KAI pada tahun 2024 di antaranya konversi kereta bagasi biasa menjadi kereta bagasi berpendingin untuk distribusi hasil perikanan. Serta transformasi model bisnis angkutan barang KAI dari pola layanan Station to Station (S2S) menjadi End-to-End (E2E) melalui kolaborasi antar logistics player.

“KAI Group terus membangun kolaborasi sinergi BUMN pada kluster Logistik untuk operasi layanan angkutan barang E2E antarpulau dan lanjutan untuk dapat mendukung biaya logistik yang kompetitif serta mengurangi dampak eksternalitas seperti kemacetan, polusi, jalan-jalan yang rusak, serta meningkatkan daya saing global," tutur Joni.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement