Ahad 28 Jan 2024 14:27 WIB

BPH Migas Harap Proyek RDMP Balikpapan Diselesaikan Tepat Waktu

Proyek RDMP didesain meningkatkan kapasitas pengolahan Kilang Balikpapan

PT Pertamina (Persero) memastikan proyek strategis nasional (PSN) Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan sejalan dengan peta jalan transisi energi Indonesia.
Foto: dok Pertamina
PT Pertamina (Persero) memastikan proyek strategis nasional (PSN) Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan sejalan dengan peta jalan transisi energi Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengharapkan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur, dapat diselesaikan sesuai waktu yang ditetapkan.

"Tentu, kita berharap proyek RDMP dan juga Terminal Lawe-Lawe, serta proyek Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Tanjung Batu, dapat diselesaikan tepat waktu, karena ini berkaitan satu dengan lainnya," kata Kepala BPH Migas Erika Retnowati dalam keterangannya di Jakarta, Ahad (28/1/2024).

Erika bersama Anggota Komite BPH Migas Iwan Prasetya Adhi, Eman Salman Arief, dan Wahyudi Anas, mengunjungi proyek RDMP Balikpapan untuk melihat progres pengembangan dari proyek strategis nasional (PSN), yang tengah dikerjakan PT Pertamina (Persero) tersebut.

Proyek RDMP didesain meningkatkan kapasitas pengolahan Kilang Balikpapan dari semula 260 kilobarel per hari (kbpd) menjadi 360 kbpd dan peningkatan kualitas dari Euro II menjadi Euro V.

Iwan mengatakan keberadaan RDMP tersebut dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.

Sementara, Eman menyampaikan selain RDMP, kunjungan kali ini juga melihat progres pembangunan pipa gas Senipah-Balikpapan. "Alhamdulillah, sudah selesai dan gas in," ucapnya.

Dengan adanya pipa gas Senipah-Balikpapan, bahan bakar kilang, hydrogen plant unit, dan gas turbine generator sepenuhnya menggunakan gas bumi. "Hal ini memberi dampak pada efisiensi biaya kilang, mengurangi impor LPG, dan lingkungan yang lebih bersih," ujar Eman.

Wahyudi Anas mengungkapkan semangat pemerintah adalah terus berupaya meningkatkan pemanfaatan gas bumi di dalam negeri. "Kilang Balikpapan bertransisi menggunakan bahan bakar gas bumi yang merupakan energi ramah lingkungan, serta dialirkan dari wilayah Senipah yang terletak di Provinsi Kalimantan Timur," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional Taufik Aditiyawarman mengatakan pembangunan pipa gas Senipah-Balikpapan sangat berarti bagi kilang Pertamina ke depannya. "Selain meningkatkan energi efisiensi," tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, BPH Migas juga meninjau Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Balikpapan Pertamina Patra Niaga untuk melihat kesiapan menjelang Pemilihan Umum 2024, Ramadhan, dan Hari Raya Idul Fitri 1445 H.

Terkait kesiapan pasokan BBM, Erika menuturkan adanya laporan mengenai rencana turn around Kilang Balikpapan dan tie in dalam waktu dekat.

"Itu masa kritis, ada pemilihan presiden, dan ada Ramadan serta Idul Fitri. Perlu menjaga pasokan dengan baik," sebutnya.

Senada, Eman berharap pasokan BBM dapat terus dijaga ketersediaannya oleh badan usaha penugasan.

"Tentunya, perlu pengaturan BBM, baik ketersediaan maupun pendistribusian. Insya Allah, semua ketersediaan dan pendistribusian BBM dapat berlangsung dengan lancar," tuturnya.

Terminal BBM Balikpapan beroperasi sejak 1949 dengan memiliki 16 tangki timbun, yang melayani 52 SPBU dan 40 Pertashop, serta 2 depot pengisian pesawat udara (DPPU).

Turut hadir dalam kegiatan itu, Direktur Gas Bumi BPH Migas Soerjaningsih, Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Ditjen Migas Kementerian ESDM Mustika Pertiwi, Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Tata Kelola Hilir Migas Mulyono, dan Direktur Proyek Infrastruktur PT KPI ⁠Kadek Ambara Jaya.

Hadir pula, Direktur Utama PT Pertagas Gamal Imam Santoso, Direktur Utama PT Kilang Pertamina Balikapapan Feri Yani, Direktur Pengembangan PT KPB⁠ Djoko Koen Soewito, General Manager RU V/ Direktur Operasi PT KPB ⁠Arafat Bayu Nugroho, dan Executive General Manager (EGM) Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga Alexander Susilo.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement