Kamis 25 Jan 2024 22:17 WIB

Indef: Digitalisasi Buka Akses Modal Hingga Ekonomi Hijau Bagi UMKM

Pertumbuhan skala usaha UMKM memerlukan faktor adaptif.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Ahmad Fikri Noor
Pedagang melakukan live promosi melalui media sosial di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta, Kamis (28/9/2023).
Foto: Republika/Prayogi
Pedagang melakukan live promosi melalui media sosial di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta, Kamis (28/9/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyebut digitalisasi menjadi keharusan bagi setiap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Wakil Direktur Indef Eko Listiyanto mengatakan, pertumbuhan skala usaha UMKM memerlukan faktor adaptif terhadap perkembangan zaman.

"Berbagai riset juga mengatakan, keharusan untuk digital telah dilakukan di banyak negara. Sudah saatnya UMKM menjadikan digitalisasi sebagai bagian strategi utama untuk bisa berkembang," ujar Eko dalam diskusi publik Indef bertajuk "Transformasi UMKM Menggenggam Peluang Digital di 2024" di Jakarta, Kamis (25/1/2024).

Baca Juga

Eko membeberkan sejumlah manfaat yang didapat UMKM jika menerapkan digitalisasi dalam proses bisnisnya. Eko mengatakan digitalisasi akan membuka akses pasar, akses modal dan inklusi keuangan, mendorong kompetensi dan inovasi, meningkatkan pendapatan bisnis, dan mendorong ekonomi hijau.

"Sektor keuangan sangat suka track record, dengan digitalisasi maka track record akan lebih mudah diketahui oleh sektor keuangan," ucap Eko. 

Eko menyampaikan, salah satu manfaat besar digitalisasi bagi UMKM ialah mendorong ekonomi hijau. Eko mengatakan, sejumlah riset menyebutkan hubungan antara digitalisasi dengan ekonomi hijau.

"Kalau pelaku UMKM ke depan bisa menghasilkan produk yang ramah lingkungan, itu mungkin akan lebih laku kalau didigitalisasi karena yang aware terhadap lingkungan seperti Gen Z semakin banyak, itu captive market," ucap Eko.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement