Sabtu 14 Feb 2026 15:15 WIB

PT PAL Respons Rencana Konsolidasi BUMN Galangan Kapal

Konsolidasi tersebut akan menggerakkan galangan kapal dalam negeri.

Petugas menyaksikan Kapal Perang Strategic Sealift Vessel (SSV)-1 saat peluncurannya di Galangan Kapal PT PAL Indonesia, Tanjung Perak, Surabaya, Senin (18/1). . (Antara/Zabur Karuru)
Foto: Antara/Zabur Karuru
Petugas menyaksikan Kapal Perang Strategic Sealift Vessel (SSV)-1 saat peluncurannya di Galangan Kapal PT PAL Indonesia, Tanjung Perak, Surabaya, Senin (18/1). . (Antara/Zabur Karuru)

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA - PT PAL Indonesia menilai, rencana konsolidasi BUMN galangan kapal yang sedang dibahas bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) akan memacu pertumbuhan ekonomi. Langkah tersebut juga sekaligus memperkuat kemandirian bangsa.

Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod mengatakan, konsolidasi tersebut akan menggerakkan galangan kapal dalam negeri sehingga rantai pasok ikut hidup, industri baja tumbuh, komponen diproduksi di dalam negeri, dan lapangan kerja tercipta. “Inilah multiplier effect yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat kemandirian bangsa,” katanya di Surabaya, Sabtu (14/2/2026).

Baca Juga

Konsolidasi itu, menurut dia, akan membuka ruang produktivitas yang lebih luas, memperjelas pembagian peran antargalangan, serta menciptakan kesinambungan pekerjaan dalam jangka panjang. Kaharuddin menuturkan, konsolidasi galangan nasional akan mampu membentuk ekosistem industri yang saling terhubung mulai dari produsen baja, manufaktur komponen, sistem kelistrikan, hingga penyedia jasa desain dan rekayasa.

Ketika produksi kapal meningkat, baik untuk kebutuhan BUMN, logistik energi, maupun pembangunan kapal ikan nasional maka kebutuhan tenaga kerja akan meningkat secara berjenjang. “Tidak hanya di galangan, tetapi juga di industri hulu dan hilir, termasuk sektor industri pendukung,” ujar dia.

Rencana penugasan PT PAL sebagai induk galangan BUMN, lanjut dia, diarahkan untuk mengoordinasikan kebutuhan kapal nasional, baik untuk sektor energi, transportasi, maupun pertahanan, agar dapat dikerjakan secara sinergis oleh galangan BUMN dan swasta dalam negeri.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk mengurangi ketergantungan impor kapal yang selama ini masih dominan sekaligus membangun kemandirian dan daya saing industri maritim Indonesia. Kaharuddin pun menegaskan komitmen PT PAL untuk memastikan proses konsolidasi berjalan secara transparan, terukur, dan mengedepankan prinsip keberlanjutan industri serta penguatan sumber daya manusia (SDM) nasional.

“Aktivitas pembangunan kapal nasional berpotensi meningkatkan permintaan komponen pendukung, jasa logistik, hingga penyerapan tenaga kerja terampil,” katanya.

sumber : Antara
Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi