Kamis 25 Jan 2024 19:54 WIB

Naik 13,9 Persen, Kredit BCA Tumbuh di Atas Rata-Rata Industri

Di sisi profitabilitas, laba bersih BCA dan entitas anak tumbuh 19,4 persen.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Ahmad Fikri Noor
Ilustrasi, logo Bank BCA.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Ilustrasi, logo Bank BCA.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Central Asia (BCA) Tbk atau BBCA dan entitas anak menutup 2023 dengan pertumbuhan total kredit 13,9 perse secara tahunan. Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja mengatakan pertumbuhan kredit tersebut di atas rata-rata industri.

"Kami berterima kasih atas kepercayaan nasabah serta dukungan dari pemerintah dan otoritas sehingga BCA mampu melewati 2023 dengan kinerja solid," kata Jahja dalam konferensi pers secara daring, Kamis (25/1/2024). 

Baca Juga

Peningkatan volume kredit BCA tumbuh dua kali lipat dalam tiga tahun terakhir. Per Desember 2023, kredit korporasi tumbuh 15 persen secara tahunan mencapai Rp 368,7 triliun. Sedangkan kredit komersial naik 7,5 persen secara tahunan mencapai Rp 126,8 triliun. 

Sejak menembus level Rp 100 triliun pada Mei 2023, kredit UKM terus bertumbuh mencapai Rp107,9 triliun pada akhir tahun 2023, atau naik 16 persen YoY. Pertumbuhan kredit UKM tersebut menjadi yang tertinggi di segmen kredit bisnis.

 

BCA juga mencatat new booking KPR dan KKB naik masing-masing 2,3 dan 2,6 kali lipat dalam tiga tahun terakhir. "Pencapaian ini turut mendorong outstanding KPR meningkat 11,7 persen secara tahunan menjadi Rp 121,8 triliun dan KKB naik 20,8 persen secara tahunan mencapai Rp 56,9 triliun per Desember 2023," ungkap Jahja. 

Jahja menyebut terdapat tantangan berupa tekanan inflasi global dan peningkatan tensi geopolitik. Meskipun begitu, Jahja melihat perekonomian domestik tetap tangguh dan stabil.

Selaras dengan peningkatan kredit, Jahja mengatakan, rasio loan to deposit (LDR) meningkat ke 70 persen dibandingkan posisi terendah saat pandemi sebesar 62 persen. Di sisi profitabilitas, laba bersih BCA dan entitas anak tumbuh 19,4 persen secara tahunan mencapai Rp 48,6 triliun sepanjang 2023. 

"Kenaikan ini ditopang pertumbuhan kredit yang berkualitas, peningkatan volume transaksi dan pendanaan, serta perluasan basis nasabah," ucap Jahja. 

Selaras dengan komitmen untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, Jahja menambahkan BCA menyelenggarakan berbagai event strategis pada 2023. Beberapa diantaranya dua kali BCA Expo, BCA UMKM Fest 2023, dan BCA Wealth Summit 2023.

Jahja menegaskan, upaya tersebut berdampak positif terhadap kinerja perseroan. "Salah satunya terlihat dari penyaluran kredit ke segmen UKM dan konsumer yang naik signifikan per Desember 2023,” ujar Jahja.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement