Selasa 09 Jan 2024 17:59 WIB

Pertamina Pasok Kebutuhan B35 PLTU Jawa 9 dan Jawa 10  

Pembangunan PLTU merupakan Proyek Strategis Nasional.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Gita Amanda
PLTU Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat.
Foto: Indonesia Power
PLTU Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertamina Patra Niaga memasok kebutuhan B35 selama proses pembangunan PLTU Jawa 9 dan Jawa 10. Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga Pertamina Patra Niaga, Maya Kusmaya menjelaskan langkah ini merupakan dukungan Pertamina terhadap proyek PLTU terbesar di Indonesia.

“Ini merupakan kebanggaan bagi Pertamina Patra Niaga dapat menjadi provider solusi energi pada salah satu proyek PLTU terbesar Indonesia,” ujar Maya dalam siaran pers, Selasa (9/1/2024).

Baca Juga

Pada kerja sama ini Pertamina Patra Niaga sebagai pihak penyedia serta pelayanan pengirimannya. Lebih lanjut Maya menyampaikan kerja sama lain yang dapat dijajaki adalah skema carbon offset. 

Seperti yang telah diketahui bersama pemerintah telah menetapkan regulasi terkait pajak karbon untuk PLTU, dan Pertamina Patra Niaga juga berkomitmen untuk menjadi decarbonization partner bagi mitra melalui natural based solution yang dimiliki Pertamina Group.

 

Executive GM Regional JBB  Deny Djukardi mengatakan, pembangunan PLTU di Suralaya ini nantinya akan menjadi salah satu PLTU dengan kapasitas terbesar yaitu 2 x 1.000 MW. Di lokasi pembangunan PLTU ini terdapat dua tangki timbun dengan kapasitas 750 kiloliter (KL) yang nantinya akan di-supply oleh Pertamina.

Deny menjelaskan, kebutuhan BBM dalam pembangunan PLTU ini mencapai 33 juta liter atau 2 juta liter per bulan selama 1,5 tahun ke depan. “Titik pengiriman atau supply point Pertamina untuk pengiriman BBM pembangunan PLTU Suralaya yaitu dari Fuel Terminal Tanjung Gerem, Cilegon. Titik supply kurang dari 15 kilo meter (KM) ke titik pasokan (supply point), sehingga diharapkan tidak ada kendala dalam pengiriman,” kata Deny.

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Regional Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan mengatakan, bahwa kerja sama dengan PT IRT ini juga sejalan dengan program Pertamina yaitu Pertamina One Stop Solution. 

“Terlebih pembangunan PLTU ini juga merupakan Proyek Strategis Nasional yang mana Pertamina Patra Niaga akan berkomitmen penuh terhadap kualitas produk, proses penyediaan hingga penyaluran sampai dengan supply point,” tandasnya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement