Ahad 24 Dec 2023 22:30 WIB

Mari Elka: Diversifikasi Perdagangan dan Investasi untuk Resiliensi

RI tengah menghadapi tantangan yang bisa berdampak pada pangan dan ekonomi.

Managing Director World Bank Mari Elka Pangestu
Foto: Antara/Saptono
Managing Director World Bank Mari Elka Pangestu

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Managing Director World Bank Mari Elka Pangestu mengatakan, Indonesia perlu melakukan diversifikasi perdagangan dan investasi agar mampu resilien di tengah tantangan global.

Menurut Mari Elka, Indonesia tengah menghadapi berbagai tantangan dalam lima tahun terakhir. Mulai dari pandemi Covid-19, perang Rusia-Ukraina dan Palestina-Israel, krisis pangan hingga krisis iklim. Hal tersebut dapat berdampak tidak hanya pada masalah ketahanan pangan tetapi juga ekonomi.

Baca Juga

"Saya rasa untuk bisa resilien kita perlu diversifikasi dalam banyak hal, dalam perdagangan dan investasi. Kita perlu diversifikasi mitra dagang maupun investor yang bisa masuk ke Indonesia, termasuk juga menggali dari dalam negeri," ujar Mari Elka di Jakarta.

Mantan Menteri Perdagangan ini menyampaikan, pemerintah perlu menciptakan iklim kebijakan yang kondusif bagi perdagangan dan investasi, agar Indonesia mampu menjadi negara yang kuat secara ekonomi.

Perang dagang antara Amerika Serikat dan China juga menjadi tantangan besar bagi Indonesia. Menurut Mari Elka, Indonesia harus pandai menavigasi arah dari kedua negara tersebut agar tidak terdampak dan terperosok dalam perang dagang. Indonesia perlu untuk mempererat hubungan dengan kedua negara dengan menjalin kerja sama serta hubungan dagang.

"Kita harus pintar-pintar memainkan peran, makanya peran kita di G20 kemarin, di ASEAN menjadi sangat penting dan kita sudah menunjukkan bahwa kita berhasil," ujar Mari Elka.

Menurut dia, hal lain yang juga tidak kalah penting untuk mencapai resilien adalah kolaborasi dalam menghadapi perubahan iklim. Masalah perubahan iklim tidak bisa menjadi urusan domestik saja, melainkan harus berkolaborasi dengan pihak asing. Seluruh pemangku kepentingan harus bahu-membahu mengatasi pengurangan emisi dari sektor industri.

"Pemerintah harus menyediakan kebijakan yang jelas bagi transisi energi, termasuk bagaimana membangun energi terbarukan. Swasta juga harus dilibatkan untuk investasi yang ada return-nya meski juga ada risikonya. Pemerintah maupun partner lain bisa mengurangi risiko dan biaya," kata Mari Elka menjelaskan.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement