Kamis 07 Dec 2023 14:54 WIB

Penyaluran Kredit Perbankan ke UMKM Baru 21 Persen

Penyaluran kredit di China dan Jepang telah mencapai 65 persen.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Friska Yolandha
Presiden RI Joko Widodo menghadiri pembukaan UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023, rangkaian dari HUT ke-128 BRI, yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center pada tanggal 7 sampai dengan 10 Desember 2023.
Foto: Bank BRI
Presiden RI Joko Widodo menghadiri pembukaan UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023, rangkaian dari HUT ke-128 BRI, yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center pada tanggal 7 sampai dengan 10 Desember 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar pemerintah mempermudah pembiayaan untuk UMKM. Ia mengatakan, penyaluran kredit perbankan ke UMKM saat ini masih 21 persen, jauh dari penyaluran kredit UMKM di negara-negara lain.

"Yang selalu saya dorong berkaitan dengan pembiayaan, pembiayaan UMKM harus dipermudah karena kalau kita lihat penyaluran kredit perbankan ke UMKM baru 21 persen dari total kredit yang ada," kata Jokowi saat membuka secara resmi perhelatan UMKM Expo(rt) Brilianpreneur di JCC, Jakarta, Kamis (7/12/2023).

Baca Juga

Ia menyebut, penyaluran kredit di China dan Jepang bahkan telah mencapai 65 persen dan di India sebesar 50 persen. Jokowi pun meminta Menteri BUMN, Gubernur Bank Indonesia, dan Ketua OJK untuk memperbaiki regulasi agar memudahkan para pelaku UMKM mengakses pembiayaan.

"Saya kira Pak Menteri BUMN mungkin juga nanti dengan BI dan OJK, ini regulasinya yang harus diperbaiki karena tidak semua UMKM kita itu memiliki aset agunan, memiliki kolateral sehingga prospek itu juga harus dilihat. Jangan hanya melihat agunannya mana, dilihat juga dong prospeknya. Enggak punya agunan tapi prospeknya bagus mestinya juga bisa diberikan kredit," jelasnya.

 

Jokowi juga mengingatkan agar para pelaku UMKM jeli untuk terus memperhatikan permintaan dan tren pasar. Sehingga diharapkan produk-produk UMKM dapat memenuhi selera pasar.

"Saya juga tak bosan mengingatkan mulai produk UMKM harus selalu melihat permintaan pasar dilihat demand nya, melihat juga tren pasar, melihat selera pasar itu seperti, apa urusan warna, urusan desain, urusan packaging, selalu harus diperbaiki setiap tahun harus selalu diperbaiki agar produk-produk kita tetap //up to date// dan mampu memenuhi selera pasar yang ada," jelas Jokowi.

Jokowi juga menyampaikan terima kasih kepada para pelaku UMKM yang telah menjadi penopang ekonomi nasional. Menurutnya, produk domestik bruto (PDB) ekonomi Indonesia sebanyak 61 persennya didukung oleh UMKM.

"Dan 97 persen yang berkaitan dengan tenaga kerja itu juga penyerapannya oleh usaha-usaha UMKM. Ini yang penting," ucapnya.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement