Jumat 01 Dec 2023 23:25 WIB

Dukung UMKM Naik Kelas, BRI-Pelindo Gelar 'Bazar UMKM untuk Indonesia' Edisi Akhir Tahun

Tahun ini, Kementerian BUMN konsisten menggelar bazar.

Upacara pembukaan Bazaar UMKM untuk Indonesia, di Sarinah, Jakarta, Jumat (1/12/2023).
Foto: Dok. Bumn
Upacara pembukaan Bazaar UMKM untuk Indonesia, di Sarinah, Jakarta, Jumat (1/12/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Memasuki edisi pamungkas tahun ini, Bazar UMKM Untuk Indonesia tampil lebih besar, lebih lengkap, dan lebih semarak. Berlokasi di Ruang Rubanah dan Ground Floor Sarinah, Jakarta, Bazar UMKM Untuk Indonesia edisi Desember 2023 yang berlangsung pada 30 November sampai dengan 3 Desember 2023 menghadirkan lebih banyak peserta dan ragam produk inovatif-kreatif dari total 218 UMKM terdiri dari 136 Mitra Binaan Bank BRI  dan 82 Mitra Binaan Pelindo. 

Staf Khusus III Menteri BUMN Arya Sinulingga menyampaikan, terselenggaranya Bazar UMKM Untuk Indonesia merupakan komitmen Menteri BUMN dalam mendukung UMKM di Indonesia. Sejak Januari 2023 hingga November 2023, Bazar UMKM untuk Indonesia yang berlangsung di Gedung Sarinah Jakarta ini telah diikuti oleh 1.189 UMKM mitra binaan dari 22 BUMN dan telah membukukan transaksi sebanyak Rp 9,59 miliar.

Baca Juga

“Terselenggaranya event Bazar UMKM untuk Indonesia ini juga merupakan permintaan dari UMKM yang selalu ingin adanya pameran untuk menjual produk-produk mereka. Karena itu, bukan hanya di Sarinah, kita juga sudah membawa UMKM kita untuk mengikuti 4 pameran di Luar Negeri, beberapa di antaranya di China, Turki, dan Belanda,” ujar Arya pada acara opening Ceremony Bazaar UMKM untuk Indonesia, Jumat (1/12/2023). 

Acara ini juga dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN, Loto Srinaita Ginting, Deputi Bidang Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Koperasi dan UKM, Hanung Harimba Rachman, Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka, Riefky Yuswandi, Wakil Direktur Utama Pelindo, Hambra, Aestika Oryza Gunarto, SEVP Fixed Asset Management and Procurement BRI, dan Direktur Utama Sarinah, Fetty Kwartati.

 

Bukti komitmen Kementerian BUMN dalam mendukung produk-produk UMKM juga ditunjukan dengan pengadaan vending machine yang khusus menjual produk-produk UMKM di Kantor Kementerian BUMN. Adanya vending machine ini sekaligus mendorong karyawan Kementerian BUMN untuk membeli produk-produk UMKM sebagai bentuk dukungan terhadap produk-produk lokal UMKM. Arya mengatakan, ke depan vending machine yang menjual produk-produk UMKM tersebut juga ditargetkan ada di seluruh Kantor BUMN, Stasiun Kereta, dan lain-lain.

Kegiatan Bazar UMKM untuk Indonesia menjadi bagian dari Program Bakti BUMN yang merupakan komitmen Kementerian BUMN terhadap pembangunan yang berkelanjutan dengan memberikan manfaat secara ekonomi dan sosial. Pengembangan UMKM menjadi salah satu prioritas Bakti BUMN yang diwujudkan melalui gelaran Bazar UMKM Untuk Indonesia.

“Di Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN ada penyaluran sekitar Rp1Triliun lebih yang dikhususkan untuk penggiat UMKM khususnya untuk pembinaan di Rumah BUMN, pemasaran, lalu penjualan. Jadi, semoga langkah ini bisa terus maju dan tahun depan ada ide lagi untuk mengembangkan UMKM kita,” kata Arya.

Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN, Loto Srinaita Ginting menambahkan, dalam mendukung UMKM, Kementerian BUMN dan BUMN memang memiliki paket lengkap berupa pembinaan dan pelatihan hingga pemberian sertifikasi, pendanaan melalui credit program maupun komersial dari Himbara dan Non Himbara, serta didukung Kemitraan BUMN dengan UMKM sebagai bagian dari rantai pasok BUMN.

Perluasan akses pasar melalui jalur offline seperti Bazar di Sarinah dan Pameran di Luar Negeri, kemudian jalur online, yaitu melalui PaDi UMKM sekaligus untuk mewujudkan komitmen Kementerian BUMN agar BUMN yang belanja di bawah Rp 14 Miliar dapat mengutamakan vendor-vendor UMKM.

“Berdasarkan data statistik terdapat 11 kali Bazar dan PaDi UMKM Expo yang sudah diselenggarakan Kementerian BUMN dan BUMN di Sarinah, termasuk diantaranya PaDi UMKM Expo. Bazar dan Pameran diikuti 1.786 UMKM dengan membukukan lebih dari 32 ribu transaksi yang meraih Rp28,3 Miliar transaksi dengan rincian Rp 9,6 Miliar dari Bazar dan Rp 18,7 Miliar dari PaDi Expo ini yang didukung dari 24 perusahaan BUMN dan diikuti UMKM dari 29 Provinsi di Indonesia,” ujar Loto.

Loto melanjutkan, tahun depan Kementerian BUMN dan BUMN juga akan menyelenggarakan Bazar UMKM untuk Indonesia dan PaDi Expo di luar kota, di antaranya enam kali di Jakarta dan 7 kali di luar kota Jakarta.

“Rencananya enam kali Bazar dan Pameran akan diselenggarakan di Sarinah dan JCC Senayan, dan tujuh kali di luar kota seperti di Bandung, Medan, Balikpapan, Bali, Makassar, Labuan Bajo, hingga Jayapura. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh BUMN pendukung, termasuk kali ini BRI dan Pelindo, serta kepada BI, Pemprov DKI Jakarta, dan Kementerian Koperasi dan UKM maupun para mitra kolaborasi BUMN atas dukungan dan kerja sama untuk terus maju dalam mendukung UMKM,” lanjutnya.

Kegiatan bazar UMKM ini merupakan komitmen dan bentuk nyata dari Kementerian BUMN serta BUMN yang terlibat, dalam pemberdayaan UMKM di seluruh Indonesia serta dapat mendorong pemulihan ekonomi bangsa pasca pandemi. Bazar ini juga menjadi sarana bagi para UMKM dalam memperluas pasar baik secara luring maupun daring melalui PaDi UMKM serta dapat menambah pembeli tidak hanya B2C Business to Customer namun juga B2B Business to Business.

Selama melakukan eksplorasi ragam produk unggulan inovatif-kreatif karya UMKM dari berbagai daerah, para pengunjung yang telah memiliki akun di padiumkm.id dapat memanfaatkan voucher belanja senilai dari Rp 25 ribu sampai Rp 200 ribu dan berkesempatan memenangkan hadiah total Rp 200 juta. Ragam produk unggulan hadir dalam empat zonasi, terdiri atas Produk Kuliner, Kecantikan, Kriya, dan Fesyen.

Selama hampir satu tahun bazar berlangsung tiap bulannya, sudah 1189 UMKM yang dipertemukan dengan pembeli baru dari B2B BUMN di Indonesia melalui platform PaDi UMKM. Dengan ini para UMKM lebih merasakan peningkatan disisi transaksi karena dengan bergabung di PaDi semakin banyak Perusahaan yang mengenal produknya.

Pada penutupan kegiatan tanggal 3 Desember 2023 Kementerian BUMN selaku penyelenggara rangkaian kegiatan Bazar UMKM Untuk Indonesia 2023 akan memberikan penghargaan dalam 3 kategori yaitu UMKM Nilai Transaksi Terbesar, UMKM Frekuensi Transaksi Tertinggi, dan UMKM Terfavorit.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement