Kamis 23 Nov 2023 19:44 WIB

Warga Kampung Berseri Bersama Astra Mitigasi Perubahan Iklim 

Astra memiliki binaan sebanyak 165 Kampung Berseri Astra yang tersebar di Indonesia.

Rep: Ali Yusuf / Red: Gita Amanda
Warga Kampung Berseri Astra (KBA) Pekayon Bekasi Jl Akasia 4 Pondok Pekayon Indah Bekasi, Jawa Barat, begitu antusias menyambut rombongan peserta Workshop Lingkungan Astra 2023. Setelah tiba peserta diajak bagaimana cara membuat eco-print secara manual dengan bahan limbah daun dan kain, Kamis (23/11/203).
Foto: Ali Yusuf/Republika
Warga Kampung Berseri Astra (KBA) Pekayon Bekasi Jl Akasia 4 Pondok Pekayon Indah Bekasi, Jawa Barat, begitu antusias menyambut rombongan peserta Workshop Lingkungan Astra 2023. Setelah tiba peserta diajak bagaimana cara membuat eco-print secara manual dengan bahan limbah daun dan kain, Kamis (23/11/203).

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Warga Kampung Berseri Astra (KBA) Pekayon Bekasi Jalan Akasia 4 Pondok Pekayon Indah Bekasi, Jawa Barat, begitu antusias menyambut rombongan peserta Workshop Lingkungan Astra 2023. Setelah tiba peserta diajak bagaimana cara membuat eco-print secara manual dengan bahan limbah daun dan kain. 

"Pokoknya di sini tidak ada yang terbuang. Semua bisa dimanfaatkan," kata Ketua Yayasan Gerakan Peduli Lingkungan Rustinah Hassan saat melihat peserta membuat eco print di sekretariat RW 10 RT 02, KBA Pekayon Bekasi Jl Akasia Pondok Pekayon Indah Bekasi, Kamis (23/11/2023).

Baca Juga

Sebelum memulai praktik, membuat eco-print, Head of Corporate Communications PT Astra Boy Kelana Soebroto menjelaskan tentang tujuan digelarnya Workshop Lingkungan Astra. Kegiatan ini merupakan bagian kepedulian Astra untuk memitigasi dampak perubahan iklim.

"Jadi banyak kegiatan-kegiatan yang digerakkan masyarakat untuk sama-sama bekerja sama memitigasi dampak perubahan iklim," ujarnya. 

 

Boy mengatakan, kegiatan ini merupakan tahun ke-14 Astra menyelenggarakan Workshop Lingkungan Astra. Astra memiliki binaan sebanyak 165 Kampung Berseri Astra yang tersebar di seluruh Indonesia.

"KBA Pekayon Bekasi, Jawa Barat ini salah satu Kampung Berseri Astra dari 164 Kampung Bersi Astra yang tersebar di seluruh Indonesia," ujarnya. 

Boy menuturkan, selain itu Astra juga membina program sosial dan kemanusiaan yang diberi nama "Desa Sejahtera Astra". Sampai saat ini sudah ada 1.060 Desa Sejahtera di seluruh Indonesia yang diberikan pembinaan oleh Astra.

"Jumlahnya sekarang sudah mencapai 1.060 Desa Sejahtera. Kampung Berseri Astra ini adalah kampung yang integrasikan bidang-bidang pendidikan, kesehatan lingkungan dan kewirausahaan," katanya.

Sementara itu, Ketua KBA Pondok Indah Pekayon Bekasi, Eko Hermanto menyampaikan terimakasih kepada Astra yang telah memberikan pendampingan kepada warga Jl Akasia 4 Pondok Pekayon Indah Bekasi. Sehingga Pondok Pekayon Indah Bekasi, khususnya di RW 10 dan 11 mendapatkan predikat Lestari untuk program kampung iklim (Proklim) dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

"Setelah mendapatkan pendampingi dari Astra bagaimana cara mengembangkan sistem proklim yang benar. Alhamdulillah tahun 2022 kami mendapatkan predikat Lestari," katanya.

Eko menturkan, predikat Lestari merupakan top level proklim tingkat RW.  KLH membuat empat tingkat proklim yaitu Pratama, Madya, Utama, Lestari dan KBA Pekayon Bekasi menjadi percontohannya karena sudah mendapat predikat Utama selama tiga tahun berturut-turut sejak tahun 2018.

"Ini adalah akselerasi yang luar biasa sehingga akhirnya Alhamdulillah tahun 2018 kampung ini menjadi percontoh proklim programnya Kementerian Lingkungan Hidup sesuai dengan kebijakan dunia tentang perubahan iklim," katanya. 

Eko Hermanto mengaku, sebagai Ketua KBA Pekayon Bekasi, dirinya berkomitmen untuk bagaimana wilayah lain dari 10 RW yang ada di Pondok Indah Pekayon bisa mendapat predikat Lestari untuk Proklim.

"Jadi saya punya kewajiban untuk membuat wilayah lain di 10 RW bisa menjadi Lestari dan terus terang itu tidak mudah," katanya.

Eko menuturkan, Pondok Pekayon Indah Bekasi khususnya di RW 10 dan RW 11 sudah asri dan lestari sejak tahun 2005, karena setiap rumahnya ditanami sayur dan pohon yang cepat panen agar terlihat bersih dan indah. Karena keindahan inilah banyak lembaga penelitian menyambangi pemukimannya.

"Awalnya ini tahun 2005 dari sekelompok ibu-ibu yang menyenangi keindahan kebersihan lingkungan, tetapi dalam perjalanannya kemudian ketemu banyak pihak yang kemudian memberikan wawasan dari peneliti UI dan lain-lain," katanya.

Para peneliti itu, kata Eko telah memberikan banyak ilmu pengetahuan dan wawasan. Baik secara teori dan praktik bagaimana sebenarnya menata lingkungan sekitar selain indah juga dapat menghasilkan. "Jadi tidak hanya sekedar senang saja," katanya.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement