Kamis 23 Nov 2023 11:43 WIB

Menteri PPPA Apresiasi Semangat Juang Nasabah Perempuan PNM Aceh

Kisah nasabah perempuan PNM di Aceh dinilai sangat inspiratif dalam kehidupan.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia I Gusti Ayu Bintang Darmawati, dalam acara roadshow peringatan Hari Ibu bersama nasabah PNM di Aceh.
Foto: Dok. PNM
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia I Gusti Ayu Bintang Darmawati, dalam acara roadshow peringatan Hari Ibu bersama nasabah PNM di Aceh.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Dalam rangka roadshow peringatan Hari Ibu ke-95 yang jatuh pada 22 Desember mendatang, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia I Gusti Ayu Bintang Darmawati atau sering disapa Bintang Puspayoga menyapa ratusan perempuan hebat Aceh dalam acara Keajaiban Perempuan Indonesia. Berlokasi di Gedung Balee Meuseuraya Aceh, ia bertemu dengan perwakilan nasabah PNM Mekaar dan beberapa komunitas perempuan di Aceh.

Bintang berdialog dengan empat perempuan hebat Aceh yang sangat inspiratif. Mulai dari perempuan yang mengalami pasang surut usahanya tetapi tetap tegar dalam menghidupi keluarga, lalu kisah sukses perempuan yang saling membantu untuk bangkitkan ekonomi keluarga, hingga perjuangan menakjubkan seorang single parent yang sempat menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Baca Juga

Kisah dari masing-masing perempuan hebat ini membuat Ibu Bintang terinspirasi dan semakin percaya bahwa perempuan punya peran besar untuk memberikan manfaat bagi dirinya sendiri sekaligus lingkungan sekitar. 

“Perempuan tidak hanya memperjuangkan kelompoknya sendiri tapi juga memperjuangkan bangsa dan negara,” ujarnya, mengutip keterangan tertulis, Kamis (23/11/2023).

 

Tiga dari empat perempuan yang sempat berdialog dengan Menteri PPPA tersebut merupakan nasabah PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) Cabang Aceh yang tidak hanya aktif menjalani usaha tetapi juga menjadi tulang punggung keluarga. Menurutnya, Peringatan Hari Ibu (PHI) bukan hanya momentum untuk menghargai jasa para ibu tapi peran perempuan secara keseluruhan seperti yang dikisahkan oleh nasabah PNM Mekaar.

“PHI mengingatkan kita semua bahwa keadilan, kesejahteraan dan perdamaian yang kita dambakan tidak akan pernah tercapai tanpa peran serta perempuan. Perempuan bukan hanya mampu memotivasi sesama tetapi juga mampu memberdayakan, menguatkan dan membawa dampak luar biasa,” tambahnya.

PNM sebagai lembaga pemberdayaan melalui pembiayaan dan pendampingan yang telah tergabung dalam Holding Ultra Mikro turut mengapresiasi perjuangan perempuan nasabah binaannya. Direktur Utama PNM Arief Mulyadi menyampaikan bahwa nasabah aktif PNM di Aceh mencapai 310 ribu orang. Arief menegaskan, perjuangan usaha mereka dapat menjadi contoh kemandirian ekonomi bagi masyarakat Aceh.

Selain memberikan modal finansial, PNM juga berkomitmen memberikan modal intelektual dan sosial. Pemberdayaan diarahkan pada peningkatan kesejahteraan nasabah terutama pada pembangunan ekonomi yang menciptakan multiplier effect terhadap pembangunan sosial dan pembangunan lingkungan.

“Dari kisah mereka kita bisa mengambil pelajaran bahwa perempuan itu hebat karena berjuang bukan untuk dirinya sendiri tapi juga keluarga dan orang sekitarnya. Kami percaya jika PNM terus memberikan pendampingan kepada kelompok perempuan akar rumput, kesejahteraan lebih cepat tercapai,” jelas Arief.

Pada acara ini para peserta yang hadir juga dapat melakukan konseling kepada psikolog pada bilik Ruang Perempuan Bercerita, melakukan pemeriksaan kesehatan di Ruang Cek Kesehatan, menyampaikan aduan tentang kekerasan pada bilik layanan Sapa 129 serta berbelanja produk UMKM unggulan pada selasar bazar UMKM.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement