Kamis 23 Nov 2023 10:34 WIB

Fasilitas Perawatan Pesawat Dibangun di Bandara Bali, Ditargetkan Rampung Juli 2024

Fasilitas MRO akan menjadi suatu nilai tambah layanan yang diberikan AP I.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha
Pesawat melintas di landasan pacu Bandara I Gusti Ngurah rai, Bali
Foto: EPA-EFE/MADE NAGI
Pesawat melintas di landasan pacu Bandara I Gusti Ngurah rai, Bali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan KSO PT Angkasa Pura Properti (APP) dan PT Avia Technics Dirgantara (FL Technics Indonesia) atau disebut KSO APP-FLT memulai pembangunan fasilitas maintenance, repair, and overhaul (MRO) di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali yang dikelola oleh PT Angkasa Pura (AP) I.

"Hal ini merupakan wujud komitmen pelaksanaan perjanjian kerja sama KSO APP-FLT dengan AP I yang dilaksanakan pada 11 Agustus 2023," kata Direktur Utama AP I Faik Fahmi dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (22/11/2023).

Dia menjelaskan, pembangunan fasilitas MRO tersebut ditandai dengan groundbreaking ceremony yang dilakukan oleh General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Handy Heryudhitiawan, Direktur Utama Angkasa Pura Properti (APP) Ristiyanto Eko Wibowo, dan Direktur FL Technics Indonesia Martynas Grigas pada Rabu (22/11/2023). 

Pembangunan MRO tersebut sekaligus menjadi bagian dari milestone dalam mendukung peningkatan pelayanan bandara kepada maskapai penerbangan seiring semakin membaiknya tingkat pertumbuhan trafik pascapandemi.

 

"Dengan kapabilitas dan keahlian dari APP dan FL Technics Indonesia, kami merasa optimistis kerja sama ini akan memberikan multiplier effect yang sangat positif terhadap kinerja operasional dan layanan di AP I secara khusus, serta terhadap ekosistem aviasi di Indonesia dalam lingkup yang lebih luas," kata Faik menjelaskan.

Faik memastikan, fasilitas MRO akan menjadi suatu nilai tambah layanan yang diberikan AP I sebagai pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali kepada maskapai penerbangan. Dia mengharapkan, fasilitas MRO ini akan semakin meningkatkan kepercayaan stakeholders kepada AP I.

Sementara itu, Direktur Utama APP Ristiyanto Eko Wibowo menyatakan, KSO tersebut ditujukan untuk mendukung operasional AP I selaku induk perusahaan. Ristiyamti melihat hal tersebut membuktikan fokus APP dalam mendukung fasilitas penunjang pelayanan kebandarudaraan di AP I.

"Pembangunan fasilitas MRO di Bali ini juga merupakan salah satu wujud dari optimalisasi lahan induk yang diamanahkan kepada kami dan secara konsisten akan terus kami jalankan,” ujar Ristiyanto.

Groundbreaking tersebut juga menandai dimulainya minimum operasional kegiatan MRO melalui pemanfaatan dua hanggar existing Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali yang saat ini masing-masing dapat menampung satu pesawat berbadan sedang atau tipe narrow body. Pembangunan fasilitas MRO ditargetkan akan rampung pada Juli 2024 serta mampu melayani enam pesawat tipe narrow body secara simultan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur FL Technics Indonesia, Martynas Grigas memastikan komitmennya untuk membentuk ekosistem industri penerbangan yang komprehensif. Hal itu dengan memanfaatkan potensi ganda Bali sebagai pusat rekreasi dan pusat penting untuk layanan perawatan pesawat.

"Konektivitas dan aksesibilitas yang baik, menjadikan Denpasar sebagai perhentian penting. FL Technics Indonesia berdedikasi untuk memastikan layanan yang diberikan sesuai standar yang telah ditetapkan oleh FAA dan EASA, tentunya untuk menciptakan ekosistem industri aviasi yang aman dan dapat diandalkan," jelas Martynas. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement